
Oleh: Stefanni Dwi Putri Aznika
ZNEWS.ID JAKARTA – Stop! Bangun dan bangkitlah. Jangan tidur terus, nanti kebablasan. Bangun dan bercita-citalah. Cita-cita besar itu ibarat dinamo. Dinamo yang menggerakkan arus positif dan arus negatif yang mengontrol tubuh kita.
Cita-cita itu ibarat bahan bakar, bahan bakar yang memacu kendaraan untuk maju, melesatkan kereta dengan cepat. Cita-cita itu adalah pintu, pintu kebahagiaan, pintu kesuksesan, pintu kesempurnaan.
Cita-cita itu merupakan obat, obat penghilang kelemahan, penghilang kemalasan, penghilang kesedihan. Cita-cita itu ciri kemuliaan, orang yang mulia adalah orang yang memiliki cita-cita.
Karena, cita-cita akan membangun pendirian yang kokoh, tidak gentar menghadapi masalah, tidak jera menghadapi kegagalan.
So, again and again “Jangan Takut Punya Cita-Cita”. Kata Presiden Pakistan, AH Nayyar, ” Kalau kita memulai langkah dengan rasa takut, maka sebenarnya kita tidak pernah melangkah…”.
Padahal, cita-cita merupakan energi yang akan menggerakkan jiwa, menggerakkan pikiran untuk kreatif, menggerakkan badan untuk aktif, menggerakkan seluruh tubuh untuk mencapai tujuan.
Pernah dengar, bercita-cita itu separuh dari sukses? Pernahkah kita challenge diri untuk setiap harinya selalu berproses dan berprogres?























