
ZNEWS.ID, WASHINGTON – CEO Facebook Mark Zuckerberg dan CEO Twitter Jack Dorsey setuju untuk bersaksi secara sukarela di depan Komite Perdagangan Senat AS pada 28 Oktober.
Komite, Kamis (1/9), dengan suara bulat menyetujui rencana untuk memanggil kepala eksekutif Twitter, Google dan Facebook untuk sidang tentang kekebalan hukum yang dinikmati oleh perusahaan internet.
Twitter mengatakan sidang “harus konstruktif dan fokus pada apa yang paling penting bagi rakyat Amerika: bagaimana kami bekerja sama untuk melindungi pemilu,” dikutip dari Reuters, Sabtu (3/10/2020).
Para CEO akan hadir secara virtual, namun Google tidak segera merespons Reuters untuk berkomentar.
Calon presiden AS dari partai Republik sekaligus petahana, Donald Trump meminta pertanggungjawaban perusahaan teknologi atas suara-suara yang diduga menyudutkan pemerintahannya. Akibatnya, seruan untuk reformasi Section 230 semakin meningkat menjelang pemilihan presiden AS.
Section 230 adalah bagian dari undang-undang Internet di Amerika Serikat, disahkan menjadi undang-undang sebagai bagian dari Undang-undang Kepatutan Komunikasi tahun 1996, yang secara resmi dikodifikasi sebagai Bagian 230 Undang-Undang Komunikasi tahun 1934 di 47 U.S.C. § 230.
Pekan lalu, Trump bertemu dengan sembilan jaksa agung Republik untuk membahas nasib Section 230 setelah Departemen Kehakiman meluncurkan proposal legislatif yang bertujuan untuk mereformasi undang-undang tersebut.
Trump menuduh jaringan media sosial, termasuk Facebook, Google dan Twitter, berat sebelah atau bias, dan menyarankan bahwa keadaan demikian perlu diselidiki.
Editor: Dhany
Sumber: Antara





























