MANGGARAI BARAT – Bencana tanah gerak mengancam sebanyak 411 jiwa warga yang tinggal di dua kampung di Desa Persiapan Benteng Tado, Kecamatan Sano Nggoang, Manggarai Barat, NTT.
Kepala Dusun Benteng Tado Mikael Agung menyebut pergerakan tanah terjadi pada dua kampung, yakni Kampung Wae Munting dengan 225 jiwa dan 62 KK serta Kampung Dange dengan 186 jiwa dan 52 KK.
Senada, tokoh masyarakat Kampung Wae Munting Viktor Bitrudis mengatakan bukan 11 rumah saja yang terdampak dalam kejadian itu, melainkan seluruh masyarakat Kampung Wae Munting yang berjumlah 225 jiwa pun terancam.
Fenomena tanah bergerak yang terjadi pada dua kampung itu, khususnya Kampung Wae Munting telah berlangsung sejak 2018 lalu. Atas kondisi bencana yang berulang ini, Viktor berharap ada riset yang dilakukan oleh para ahli tanah untuk menjelaskan situasi itu.
“Warga ingin mengetahui gambaran keadaan yang diberikan oleh ahli tanah karena mereka telah melalui tiga tahun kehidupan dengan resah ketika hujan dan gempa terjadi,” katanya, dilansir Antara.
Viktor berkata tim BPBD Manggarai Barat telah turun ke kampung mereka untuk meninjau lokasi kejadian. Mereka pun telah mengumpulkan kartu tanda penduduk dan kartu keluarga sesuai permintaan pemerintah daerah.




























