Ilustrasi belajar dari kematian. (Foto: DDHK)

ZNEWS.ID JAKARTA – Sesungguhnya sebaik-baik pelajaran adalah kematian Oleh sebab itu, Rasulullah dalam hadis menyatakan orang yang paling cerdas adalah yang paling banyak mengingat mati dan mempersiapkan diri menghadapinya.

Pertanyaannya, seberapa sering kita belajar atau mendapat pelajaran dari kematian? Sering kali orang-orang hanya bersedih dan meratapi kepergian orang yang dikasihinya tanpa mendapatkan pelajaran apapun dari kepergian tersebut.

Berikut ini beberapa pelajaran kematian yang perlu kita sadari agar menjadi orang yang paling cerdas:

1. Menguji Siapa yang Paling Baik Amalannya

Kematian adalah batas agar kita mengingat hidup di dunia ini ada akhirnya. Dan bahwasanya tujuan hidup adalah untuk melakukan amalan dengam sebaik-baiknya.

“Maha berkah Allah, yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha kuasa atas segala sesuatu. Yang menciptakan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha perkasa lagi Maha pengampun.” (QS Al-Mulk: 1-2)

2. Tidak Ada Manusia yang Hidup Abadi

Sia-sia orang yang mencoba mencari cara untuk hidup abadi. Panjang umur bisa, yakni dengan banyak bersilaturahim dan bersedekah, akan tetapi hidup abadi takkan mungkin didapat, karena Allah telah menginfokannya:

“Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusia pun sebelum kamu (Muhammad). Maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal?” (QS. al-Anbiya’: 34)

LEAVE A REPLY