BALI – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bali I Nyoman Gede Anom mengantisipasi masuknya kasus mycoplasma pneumoniae atau infeksi pernapasan pneumonia yang ditemukan di China melalui pintu Bandara I Gusti Ngurah Rai.
Dia mengatakan, seperti dilansir Antara, selain antisipasi pneumonia, pihaknya juga mengantisipasi monkeypox, dan COVID-19 yang juga sudah koordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).
Hingga saat ini kasus yang sudah terdeteksi di Jakarta itu belum ada di Bali, namun melihat kunjungan wisatawan yang tinggi Dinkes Bali tetap mewaspadai, bahkan sudah menyiapkan fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit apabila ditemukan gejala serupa.
Anom juga sudah berkoordinasi dengan dokter anak apabila menemukan kasus mengarah pada mycoplasma pneumoniae agar segera melaporkan untuk pemeriksaan spesimen ke Surabaya, sebab alatnya belum ada di Bali.
Sejauh ini mereka hanya menangani pneumonia yang umum di Indonesia berbeda dengan yang marak saat ini di China, untuk kasus infeksi pernapasan ini pada tahun 2022 sebanyak 5.269 kasus ditangani dan 2023 hingga saat ini 4.977 kasus.
Antisipasi masuknya mycoplasma pneumoniae di masa libur akhir tahun ini juga didukung pihak Bandara I Gusti Ngurah Rai melalui pemasangan lima pos pemindai suhu dan penempatan petugas KKP.
“Sebagai langkah mitigasi awal, sebanyak lima unit thermoscanner yang berfungsi untuk memindai suhu tubuh penumpang telah ditempatkan di area kedatangan dan keberangkatan internasional.”




























