Ilustrasi Bahaya Prasangka Buruk. (Foto: en.shafaqna.com)

Jelas bahwa prasangka buruk bisa membahayakan diri kita sendiri, berikut ini beberapa alasannya:

1. Allah akan Mengikuti Prasangka HambaNya

Jika prasangka tersebut buruk, meskipun keliru, Allah tetap akan mengabulkannya

“Aku (Allah) sesuai dengan persangkaan hamba pada-Ku.” (Muttafaqun ‘alaih)

Jika kita menyangka Allah kejam, jahat pada diri kita, tak mau mengabulkan doa-doa kita, meskipun prasangka itu salah besar, namun Allah akan mengikuti prasangkaan tersebut.

Bukankah hal ini amat merugikan? Oleh sebab itu, kita diminta tidak mati dalam keadaan berburuk sangka pada Allah.

“Janganlah salah seorang di antara kalian mati melainkan ia harus berprasangka baik pada Allah.” (HR Muslim no. 2877)

2. Membuat Malu Diri Sendiri

Sebagaimana kisah di atas, di mana seorang presdir  disangka sebagai tukang sampah dan diperlakukan begitu rendah oleh calon manajernya yang terbiasa berprasangka buruk, bukankah terasa amat memalukan begitu ia mengetahui hal yang sebenarnya?

Demikian pula yang terjadi jika kita memelihara prasangka buruk sebagai kebiasaan. Prasangka buruk pada orang lain ataupun pada Allah sebenarnya hanyalah mempermalukan diri sendiri!

3. Lalai pada Aib Sendiri

Orang yang selalu mencari-cari aib orang lain, maka akan lalai dari aibnya sendiri. Padahal, bisa jadi aib dirinya jauh lebih banyak dan lebih besar daripada aib orang lain yang selalu ia cari-cari tersebut.

Cobalah selalu berprasangka baik pada orang lain terutama saudara seiman, juga berbaik sangka terhadap Allah dan ketentuanNya. Sesungguhnya kebiasaan berprasangka buruk hanya akan merugikan diri kita sendiri dan tak membawa kebaikan apapun. Wallaahualam. (tabungwakaf.com)

LEAVE A REPLY