
- QS Al-Humazah ayat 1:
وَيْلٌ لِّكُلِّ هُمَزَةٍ لُّمَزَةٍ
“Celakalah bagi setiap pengumpat dan pencela.”
Ayat ini diawali dengan kata “ويل”, kata “wail” merupakan kata yang bermakna doa kehancuran yang ditujukan untuk seseorang. Jika kata “wail berasal dari Allah, maka maknanya adalah kutukan kehancuran atau kebinasaan bagi seseorang dalam hidupnya.
Kata wail juga dimaknakan sebagai lembah yang ada di neraka Jahanam. Kata wail juga bisa diartikan sebagai salah satu kata yang dimaksudkan untuk merendahkan orang atau kalimat yang bermakna keputus-asaan atau juga kalimat yang bermakna buruknya pekerjaan seseorang.
Jika melihat ragam tafsir para ulama mengenai kata wail pada ayat ini, maka kata tersebut merupakan ancaman atau kutukan, ancaman neraka, ancaman kehancuran dan kebinasaan hidup dari Allah kepada orang-orang yang mengumpat, menggunjing, mencela, dan menghina orang-orang yang beriman, yang berjuang menegakkan agama Allah, sebagaimana Allah mengancam orang-orang yang melakukan hal tersebut kepada Rasulullah SAW dam para sahabat.
Salah satu hikmah paling dalam yang bisa kita tadaburi dari ayat ini adalah betapa besarnya dosa menggunjing, mencela dan menghina. Terutama, hal itu dilakukan kepada para alim ulama dan orang-orang yang berjuang di jalan Allah, baik yang melakukan hal itu adalah muslim maupun nonmuslim, na’udzubillah!
Puas dengan jawaban sang ayah, Shafwan berkata: “Syukran, ya, Abi, engga percuma aku punya ayah seorang ustaz!”
“Afwan! Wa ja’alakallahu faqiihan wa aaliman likitabihi wa sunnati nabiyyih!” jawab sang ayah. Tau, kan, artinya? Kalo kepo cari saja di google!
“Aamiin!” jawab Shafwan dengan ekspresi berharap. (cordofa.id)























