Ilustrasi: Dompet Dhuafa Babel dan DD USA melakukan penghimpunan dan penyaluran zakat, infak, dan sedekah ke seantaro Bangka Belitung, Sabtu. (Foto: DD Babel)

“Sejak saya pakai produk ini, alhamdulillah, badan saya terasa lebih enteng, buang air lancar, bla bla bla…”

Semestinya begitulah juga kita, ‘nothing to loose’ terhadap ajakan kita pada orang lain untuk membelanjakan sebagian harta di jalan Allah.

“Semenjak saya sering bersedekah, alhamdulillah, rumah tangga saya harmonis, badan lebih terasa sehat, stres berkurang.”

Oleh karena itu, ketika mengajak orang lain menginfakkan hartanya di jalan Allah, kita perlu merasakan terlebih dahulu bagaimana keuntungannya. Sehingga, mengajak orang lain akan lebih mudah karena tulus dari dalam hati.

4. Iming-Iming Hadiah

Memang sudah jadi sunatullah bahwa manusia paling senang jika tahu ada hadiah yang bisa diperolehnya ketika membeli sesuatu. Oleh sebab itu, amat wajar jika kita senantiasa mengingatkan ‘iming-iming’ pelipatgandaan rezeki bagi yang berinfak, karena Allah sendiri yang menjanjikannya.

“Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir ada seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui.” (QS Al-Baqarah: 261) (tabungwakaf.com)

Editor: Agus Wahyudi

LEAVE A REPLY