Ilustrasi fintech. (Foto: Ist)

“Jumlah total penyaluran pinjaman terus meningkat. Pada bulan Desember 2020, jumlah tersebut mencapai Rp155,9 triliun. Mayoritas peminjam berasal dari Pulau Jawa,” kata dia.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penyelenggara fintech juga menerapkan berbagai inisiatif untuk membantu masyarakat semasa pandemi. Di antaranya digital signature yang telah mendukung aplikasi kartu kredit online untuk lebih dari 50 ribu konsumen, memfasilitasi 5 juta warung dalam penjualan produk secara daring, hingga fakta bahwa 550 ribu dari 600 ribu pedagang e-wallet merupakan UMKM.

Di sisi lain, laporan dari KoinWorks bertajuk “Digital SME Confidence Index 1st Half of 2021” mencatat bahwa oada awal tahun 2021, bisnis UMKM mengalami peningkatan dibandingkan dengan penjualan di semester 2 tahun 2020 yang turun 33,2 persen.

“Digitalisasi sangat penting untuk memfasilitasi akses keuangan, pasar, dan tren pola konsumsi masyarakat ke digital,” kata dia.

Sebanyak 20 persen bisnis telah mengalihkan saluran penjualan mereka dari offline ke online selama pandemi dan 89 persen bisnis menggunakan saluran online untuk menjual produk atau layanan mereka.

Editor: Agus Wahyudi
Sumber: Antara

LEAVE A REPLY