DD Farm Jabar menyediakan 7 titik wilayah pemotongan hewan kurban di kabupaten/kota di Jawa Barat. (Foto: DD Jabar)

ZNEWS.ID BANDUNG – Hari Raya Idul Adha menjadi momentum yang membahagiakan tidak hanya bagi para peternak, juga bagi para penerima manfaat.

Bagi para peternak, momen Idul Adha menjadi kesempatan untuk panen hewan ternak dan mendapatkan pundi-pundi keuntungan dari penjualan hewan ternaknya.

Antusiasme umat Islam untuk berkurban pun tidak surut meski pandemi Covid-19 belum usai, ditambah adanya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).

Pahala yang didapat dan manfaat yang disebarluaskan menjadi nilai tambah untuk memotivasi pelaksanaan ibadah kurban.

Ibadah kurban sendiri bukan hanya sekadar syariat memotong hewan kurban saja, tapi juga pemerataan daging kurban agar bisa dirasakan oleh masyarakat di pelosok daerah yang jarang mengonsumsi daging.

Dompet Dhuafa Jabar melalui program Tebar Hewan Kurban (THK) mengajak segenap umat Islam, khususnya warga Jawa Barat, untuk berkurban dan mendistribusikan daging kurbannya hingga ke pelosok desa.

“Di tengah isu penyebaran virus penyakit mulut dan kuku, kami menerapkan Quality Control (QC) untuk seluruh hewan ternak DD Farm,” ungkap Andriansyah, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jabar.

“Sebagai bentuk taat aturan maka setiap hewan yang lolos QC akan mendapatkan surat keterangan berupa Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) yang dikeluarkan oleh dinas peternakan dan perikanan setempat,” ujarnya.

LEAVE A REPLY