Ilustrasi motor listrik. (Foto: confused.com)

ZNEWS.ID JAKARTA – Selama beberapa tahun terakhir, perkembangan teknologi baterai dan energi terbarukan, terutama untuk aplikasi kendaraan listrik, cukup maju pesat. Kendaraan listrik membutuhkan sistem penyimpanan energi berupa baterai untuk memastikan tingkat kinerja kendaraan yang diinginkan.

Sejumlah topik penelitian tentang teknologi baterai telah menarik minat para peneliti dan industri, termasuk spesifikasi daya, efisiensi energi, tingkat pengisian, masa pakai, lingkungan pengoperasian, biaya, daur ulang, dan keselamatan.

Dalam Konferensi The International Conference on Battery for Renewable Energy and Electric Vehicles (ICB-REV) 2022, Kepala Organisasi Riset Nano Teknologi dan Material (ORNM) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Ratno Nuryadi, menyampaikan bahwa BRIN merupakan satu-satunya badan riset di Indonesia selain perguruan tinggi.

Lembaga ini, kata Ratno, terbentuk setelah integrasi lima institusi (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Badan Tenaga Nuklir Nasional, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Lembaga Nasional Lembaga Penerbangan dan Antariksa, dan Kementerian Riset dan Teknologi), dan unit penelitian lainnya dari beberapa kementerian, ke dalam BRIN sejak 2021 lalu.

“BRIN memiliki harapan besar terhadap pelaksanaan kegiatan baterai. Kegiatan baterai dan sumber daya manusia yang sebelumnya tersebar di berbagai institusi, kini terintegrasi dalam satu kelompok riset, yaitu Kelompok Riset Baterai di Pusat Riset Material Maju – Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material,” katanya.

Ratno berharap, SDM baterai yang berjumlah 15 periset dapat fokus mendalami teknologi inti baterai. Sehingga, dalam waktu dekat dapat menghasilkan output dan hasil riset yang dapat meningkatkan kemandirian teknologi bangsa.

BRIN juga membuka peluang kerja sama riset baterai dengan universitas, industri, dan lembaga riset lainnya, baik di tingkat nasional maupun internasional. Dalam berbagai platform, antara lain degree by research (DBR), program pascadoktoral, visiting researcher,dan juga visiting professor.

LEAVE A REPLY