Ilustrasi mengurangi bicara saat pakai masker bisa cegah jerawat (Foto: Freepik.com)

ZNEWS.ID JAKARTA – Mengurangi bicara bisa mencegah timbulnya jerawat selama mengenakan masker atau maskne. Dokter spesialis kulit dan kelamin dari Universitas Indonesia, dr Susie Rendra SpKK FINSDV, menjelaskan bahwa semakin sering Anda berbicara, semakin banyak udara pernapasan yang keluar.

Hal ini, kata Susie, menyebabkan semakin panasnya area wajah. Akibatnya, muncul rasa pengap dan keringat di dalam masker. Ini menjadi pencetus jerawat di area yang tertutup masker.

“Kurangilah mengobrolnya (berbicara), karena semakin banyak bicara, uap air yang diproduksi banyak, makin panas, makin pengap di dalam masker. Sehingga, risiko jerawatnya makin besar,” kata dia yang berpraktik di RS Pondok Indah-Puri Indah itu dalam diskusi dikutip dari Antara, Jumat (27/8/2021).

Maskne atau jerawat yang muncul di area tertutup masker umumnya berbentuk seperti jerawat pada umumnya, yakni berwarna kemerahan, bengkak, hingga bernanah.

Selain masalah ini, ada juga dermatitis seboroik atau eksim ketombe yang juga bisa dipicu kondisi pengap dan berkeringat di sekitar masker. Gejala yang bisa dialami yakni kemerahan, ruam di sekitar mulut, hidung dan pada kasus berat bisa mengenai area lain.

Agar tak terkena dua masalah ini, di samping mengurangi bicara, Anda juga perlu rutin mengganti masker yakni setiap 3-4 jam kali. Menurut Susie, setelah 3-4 jam bagian dalam masker cenderung sudah dipenuhi banyak uap air dari pernapasan.

Selain mengurangi efektivitasnya, sekaligus memicu munculnya jerawat akibat kondisi di sekitar masker yang pengap. Hal lain yang tak kalah penting ialah mencuci muka rutin sebelum mengenakan masker baru.

LEAVE A REPLY