Ilustrasi gejala penyakit lupus. (Foto: azimute.med.br)

ZNEWS.ID JAKARTA – Dikenal sebagai penyakit seribu wajah, membuat lupus sulit didiagnosis di fasilitas kesehatan tingkat satu. Padahal, lupus bisa dideteksi sehingga pasien tak jatuh pada kecacatan, bahkan kematian.

Menurut dr Theresia Sandra Diah Ratih, dari Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2PTM) Kementerian Kesehatan, masyarakat perlu mengenali sejak dini apa itu lupus.

Di sisi lain, kata dia, pemerintah juga meningkatkan akses layanan berkualitas, terutama terkait deteksi dini serta meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan.

“Kami menyebarluaskan informasi pada masyarakat apa itu lupus dan bagaimana bisa mengenalinya sejak dini, meningkatkan akses layanan kesehatan berkualitas terutama deteksi dini dan tindak lanjut, meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan terutama pengenalan (lupus),” ujar Sandra dalam webinar beberapa waktu lalu.

Sandra meyakini, walaupun lupus sulit didiagnosis, bertambahnya pengetahuan masyarakat dan tenaga kesehatan melalui pemberian edukasi, maka diagnosis, sistem rujukan, sistem kesehatan, dan akses orang dengan lupus dapat lebih baik.

“Kami akan akan coba memperbaiki sistem rujukan sehingga orang dengan lupus bisa mengakses kesehatan dengan lebih baik,” kata dia.

Secara umum, pemerintah menerapkan strategi khusus dalam pengendalian penyakit tidak menular yang fokus pada tiga kelompok, yakni populasi sehat, berisiko, dan penyandang. Populasi sehat diupayakan bisa tetap sehat. Populasi berisiko, misalnya karena pola makan tak sehat, obesitas dan kebiasaan merokok bisa didorong agar tak menjadi populasi sakit.

LEAVE A REPLY