Ilustrasi: Sejumlah mahasiswa asing membuat tulisan aksara Jawa saat mengikuti “Ubaya Summer Program 2019” di Universitas Surabaya (Ubaya), Jawa Timur, Kamis (29/8/2019). (Foto: ANTARA/Moch Asim/hp)

ZNEWS.ID JAKARTA – Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) akan mendirikan Museum Aksara Nusantara sebagai sumber informasi mengenai perkembangan aksara-aksara kuno Indonesia, termasuk artefak-artefak.

Wakil Ketua Bidang Pengembangan Usaha, Kerja sama, dan Marketing PANDI, Heru Nugroho, mengatakan bahwa untuk memperkenalkan makna yang terkandung dalam aksara, PANDI dan seluruh teman-teman pegiat aksara Nusantara sedang merancang Museum Aksara Nusantara.

“Karena itu, kami mengundang Prof Manu J Widyaseputra dan pakar-pakar teknologi informasi supaya memberi wejangan apa yang sebaiknya kami lakukan,” jelas Heru dalam pernyataan resminya, dikutip Rabu (28/4/2021).

Heru juga menjelaskan bahwa PANDI, melalui kegiatan bertajuk Merajut Indonesia, tengah mengembangkan digitalisasi aksara Nusantara. Akan tetapi, kegiatan ini tidak sekadar memperkenalkan aksara Nusantara secara instan, sebab digitalisasi hanya mengenal algoritma dan tidak mengenal kharisma apalagi filosofi.

“Kami berharap, kegiatan Merajut Indonesia akan memberi ruang bagi masyarakat untuk mendalami makna dari setiap aksara, menelusuri ragam keadaban yang menjadi jati diri bangsa kita,” kata Heru.

Sementara, Filolog Romo Manu mengatakan bahwa banyak orang Indonesia tidak tahu peradabannya sendiri. Dalam politik bahasa di Indonesia, bahasa daerah hanya untuk memperkaya bahasa Indonesia.

Sementara itu, bahasa Indonesia yang digunakan saat ini bukan berasal dari bahasa Melayu tingkat tinggi yang dicontohkan oleh para pujangga, melainkan bahasa pasaran.

LEAVE A REPLY