Ilustrasi mencuci hidung. (Foto: fda.gov)

ZNEWS.ID JAKARTA – Terapi cuci hidung atau nasal wash therapy menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat kesehatan tubuh di tengah pandemi Corona. Tidak hanya berguna untuk mencegah terpapar Sars-Cov-2, terapi cuci hidung rupanya memiliki banyak manfaat untuk individu, salah satunya bisa tingkatkan ketahanan tubuh.

“Di masa Covid-19 seperti yang kita tahu virus penyebabnya itu suka bersarang di nasofaring atau dekat dengan saraf penciuman manusia. Jika hidung dibersihkan secara rutin dengan terapi cuci hidung, potensi infeksi yang disebabkan oleh virus bisa semakin kecil,” kata Dokter spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT), Hemastia Manuhara, dalam konferensi pers virtual, Senin (26/4/2021).

Dokter yang tergabung dalam Perhimpunan Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher Indonesia (PERHATI-KL) itu menjelaskan bahwa tidak hanya berguna untuk pencegahan, terapi cuci hidung juga berguna bagi pasien Corona yang memiliki gejala dengan masalah penciuman atau pun pernapasan terkait hidung.

Masalah yang dimaksud seperti hilang kemampuan hidung untuk mencium bau- bauan atau dikenal sebagai anosmia dan juga masalah lainnya adalah hiposmia kondisi saat indra penciuman berangsur-angsur berkurang.

“Bagi penderita Covid-19 pentingnya mencuci hidung agar bagian belakang hidung atau rongga hidung dikenal juga sebagai nasofaring ini dapat bersih dan tidak ada penumpukan lendir yang mengering,” ujar dokter yang menempuh pendidikannya di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu.

Terapi cuci hidung merupakan proses mengalirkan cairan isotik dari satu lubang hidung dan kemudian dikeluarkan ke rongga hidung lainnya. Hal itu dapat terjadi karena rongga hidung manusia berbentuk seperti saluran atau letter U terbalik.

Cairan yang digunakan untuk terapi cuci hidung harus merupakan cairan steril dengan pH yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, yaitu cairan NaCl atau awam dikenal sebagai cairan infus.

LEAVE A REPLY