Ilustrasi manajemen diri. (Foto: simplelivingaustralia.au)

Oleh: Bagas Pratama (Penerima Manfaat Bakti Nusa 10 Palembang)

ZNEWS.ID JAKARTA – Pernah tidak, kita rempong dan tenggelam dalam kesibukan diri sendiri? Rasanya, pasti sering, ya. Apalagi bagi seorang aktivis kampus. Manajemen waktu selalu jadi sorotan karena mencerminkan kualitas kepemimpinan pada diri sendiri.

Sebab, seringkali kita mendengar bahwa kita harus selesai dengan diri sendiri sebelum mengurusi umat. Tapi, kalau soal waktu saja kita masih sering ngaret, atau sering merasa gabut karena tidak ada yang bisa dikerjakan, kalau kita pada level kepemimpinan individu saja masih gagap, buang jauh, deh, ngomongin soal negara.

Artinya, dari sini kita mesti belajar: kepemimpinan diri sendiri itu penting. Paling tidak, kalau cara yang saya gunakan untuk memanajemen diri sendiri ialah dengan menerapkan gaya protokoler.

Pasti sering, kan, kalau berhadapan dengan pejabat, agenda protokolnya begitu ketat? Nah, karena memang segala sesuatunya dijamin harus terlaksana sesuai jadwalnya.

Begitupun kita, pada level individu, mestinya mengambil pelajaran dari sana. Kadang sering terjebak pada kesibukan dibanding produktivitas. Bilang sana sini sedang sibuk, tidak bisa diganggu. Tapi, ternyata mengerjakan hal yang tak pernah tuntas, atau biasanya mengejar deadline. Itu, kan, hal yang tidak elegan dipandang dari seorang aktivis.

Kalau kita serius mau memimpin diri, paling tidak patuhlah pada dua hukum ini: kalau merencanakan sesuatu, jadwalkanlah, kalau memerlukan sesuatu, anggarkanlah. Sesimpel itu sebenarnya, sudah bisa menampar kita, bahwa sebenarnya agenda kita kadang masih jauh dari produktif.

Ya, kalau kita misalnya merencanakan bulan ini hendak belajar skill baru, coba kita petakan berapa lama kita perlu belajarnya bergantung pada level kesulitan skill yang dipelajari. Baru kita petakan berapa hari yang dibutuhkan agar skill ini dikuasai.

LEAVE A REPLY