
ZNEWS.ID PADANG – Setiap manusia memiliki kondisi dan tantangan tersendiri dalam menjalani roda kehidupan. Berbagai kondisi itu sebagai bentuk ujian yang Allah berikan untuk hamba-Nya.
Seperti kisah Elli (43), salah satu orang tua calon penerima manfaat donasi beasiswa pendidikan Dompet Dhuafa Singgalang. Perempuan asal Pesisir Selatan, dan suaminya dari Solok, ini sudah menetap di Padang, Sumatra Barat, lebih kurang 10 tahun.
Sudah menikah puluhan tahun, mereka dikaruniai dua orang anak. Keduanya kini sedang menempuh masa pendidikan di Kota Padang. Anak pertamanya kelas II di SMP Nasional, dan anak ke dua, kelas III di SDN 03 Damar.
Tiap hari ia bekerja, sudah beraneka aktivitas yang ia lakukan. Mulai dari berjualan keliling dengan sepeda bekas miliknya, menjajakan aneka sambal yang ia masak sendiri, dan ketan durian yang sudah ia bungkus rapi untuk dijajakan di sekitar kompleknya. Hingga, aktivitas maraok (mencari barang bekas) pun sudah ia kerjakan.
“Dulu kami ada motor becak, tetapi sekarang sudah dijual, waktu itu ada kebutuhan mendesak untuk biaya kontrakan dan kebutuhan harian. Kami terpaksa jual motor itu,” tutur Elli kepada Tim Layanan Mustahik (Lamusta) Dompet Dhuafa Singgalang saat melakukan survei ke rumah kontrakannya di Ujung Gurun, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang. Jumat (19/2/2021).
Suami Elli juga turut membantu memberikan nafkah keluarga, ia bekerja di salah satu kandang ayam petelur milik tetangganya di Solok. Namun, kondisi fisiknya memiliki masalah. Bagian telinganya mengalami gangguan pendengaran beberapa tahun terakhir ini.
Bagi Elli, bantuan yang diberikan pascasurvei ini bisa ia manfaatkan, terutama untuk biaya anak-anaknya agar bisa lancar bersekolah.
“Nantinya mau saya belikan untuk pakaian baru anak saya. Sepatu yang ia pakai, masih sepatu bekas. Kadang saya jahit bagian yang sobek. Serta, saya mau belikan untuk buku-bukunya,” ujarnya.
Oleh: Khairul Nasri/DD Singgalang




























