
ZNEWS.ID JAKARTA – Ada berbagai anggapan yang beredar mengenai penanganan luka-luka ringan, mulai dari penggunaan air liur hingga pemakaian kasa untuk menutup luka.
Dokter spesialis luka Adisaputra Ramadhinara memberikan penjelasan seputar mitos penanganan dan cara yang tepat bila Anda atau orang terdekat melakukan pertolongan pertama pada luka.
Menurut Adisaputra, air liur memang punya kandungan antibakteri. Ini pula yang menjadi alasan mengapa hewan seperti anjing dan kucing menjilati lukanya. Tapi, apakah itu berlaku juga untuk manusia?
“Kita tidak pernah merekomendasikan harus pakai ludah,” kata Adisaputra, seperti dikutip dari Antara, Kamis (17/9/2020).
Ketika membersihkan luka, butuh jumlah air bersih yang cukup untuk membilas agar kotoran, bakteri serta benda asing bisa hilang dari permukaan luka.
Air liur tidak memenuhi syarat itu. Jadi, sebaiknya jangan gunakan ludah untuk menyembuhkan luka.
Adisaputra menjelaskan bahwa penutup luka memiliki dua fungsi, yakni mencegah bakteri dari luar masuk sehingga luka yang bersih tidak terkontaminasi, serta menjaga kulit tetap lembap.
“Luka yang dijaga tetap lembap, proses pertumbuhan jaringan barunya lebih cepat dibandingkan ketika lukanya kering,” tuturnya.




























