Ilustrasi aktivis. (Foto: mikafip.com)

Oleh: Ahmad Shofwan Syaukani (PM 9 Bakti Nusa Regional Bandung)

“Leader touch a heart before they as for a hand”. (John C. Maxwell)

ZNEWS.ID JAKARTA – Ada satu pesan baik yang mengatakan, “Memberi tanpa mengingat, menerima tanpa melupakan”. Jelas bahwa mengambil jalan menjadi aktivis, sama halnya dengan kita menerima peran kepemimpinan dengan berbagai macam risiko dan tantangannya.

Berusaha untuk memberikan dan menolong orang lain yang sedang membutuhkan, tanpa harus mengingat serta menghitung-hitung kebaikan yang sudah kita lakukan. Tetapi, juga jangan lupa untuk senantiasa mengingat kebaikan yang telah dilakukan oleh orang lain kepada diri kita.

Karena, diri kita hari ini merupakan hasil dari uluran tangan orang-orang baik yang hadir dalam setiap kondisi, fase, dan momentum. Sehingga, diri kita mampu berkembang sampai dengan hari ini.

Mengambil peran kepemimpinan sama halnya kita berbicara mengenai mengajak orang lain dalam kebaikan, apapun itu bentuknya. Saling menjaga dalam keimanan, merajut ukuwah satu sama lain, berkata baik dan memberikan teladan, membantu siapa saja yang membutuhkan, sekaligus mewakafkan dirinya untuk berkontribusi dan bermanfaat demi kemashalahatan banyak orang.

Last but not least, karakter pemimpin teladan adalah encourage the heart. Senantiasa mendorong, membesarkan hati dan memberi semangat. Ada energi positif seorang pemimpin yang terus memancar sehingga mampu mengikat dan menginspirasi mereka yang dipimpin.

Jika kita telaah sirah nabawiyah dan hadis-hadis tentang akhlak Rasulullah memang banyak sekali kita temui kisah menyentuh bagaimana Rasulullah itu penuh dengan kasih sayang. Keluhuran akhlak Rasulullah kian menjadikan beliau sosok pemimpin teladan yang dekat dengan yang di pimpinnya.

Keteladanan tersebut juga berlaku bagi laki-laki maupun perempuan yang juga sama-sama mengemban peran sebagai seorang aktivis dalam ruang-ruang kepemimpinannya. Menjadi aktivis akan menuntut banyak hal, salah satunya ialah kemampuan untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan banyak orang, baik laki-laki maupun perempuan.

Interaksi dan komunikasi yang baik ialah yang berasal dari dan kembali ke hati. Ma khoroja minal qolb washola ilal qolb (sesuatu yang keluar dari hati akan sampai ke hati).

LEAVE A REPLY