
ZNEWS.ID JAKARTA – Malam lailatul qadar diyakini lebih baik dari seribu bulan. Malam penuh keberkahan, kelimpahan pahala, ampunan, doa-doa dari para malaikat yang turun ke muka bumi. Malam untuk mensucikan diri meraih ketenangan dan kedamaian diri dari kesibukan duniawi.
Banyak umat Islam yang berlomba-lomba mendapatkan malam lailatul qadar. Lailatul qadar telah dijelaskan dalam Alquran, surah Al-Qadar ayat 1-5 dan dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW yang menjelaskan kesungguhan beliau memperbanyak ibadah di 10 malam ganjil terakhir bulan Ramadan.
Bagi umat Islam yang ingin meraih malam lailatul qadar, sudah seharusnya mempersiapkan diri di sepuluh malam ganjil ini untuk fokus beribadah. Memperbaiki kualitas dan kuantitas ibadah agat tidak ada waktu yang terlewat sia-sia di malam tersebut.
Lalu, jika umat Islam ingin beribadah di malam lailatul qadar, bisa dimulai pukul berapa? Dan, ibadah apa saja yang bisa dilakukan di rumah mengingat kondisi saat ini aktivitas masyarakat Indonesia sedang dibatasi di rumah saja akibat pandemi virus Corona?
Ustaz Rizal Yuliar Putrananda Lc menjelaskan bahwa malam lailatul qadar jatuh pada terbenamnya matahari sampai terbit matahari di hari esoknya. Hal ini sebagaimana dalam penjelasan hadis tanda-tanda malam lailatul qadar. Disebutkan pada malam tersebut akan terasa sejuk dan matahari pagi cahayanya melemah kemerah-merahan.
Sedikitnya ada 5 amalan di malam lailatul qadar yang bisa dikerjakan di rumah, seperti dilansir dari domoetdhuafa org, Kamis (14/5/2020).
Itikaf
Itikaf memiliki arti menetap atau mengurung diri. Pada konteks Islam, itikaf diartikan sebagai keggiatan beribadah berdiam diri di dalam masjid untuk mencari keridaan Allah SWT dengan melakukan muhasabah diri atas perbuatan-perbuatan yang sudah dikerjakan.
Mengingat saat ini aktivitas umat muslim di Indonesia sedang dibatasi di rumah saja. Maka itikaf bisa dilakukan di rumah, di tempat yang disediakan khusus untuk beribadah.
Membaca Alquran
Dijelaskan dari Ummul Mu’minin Aisyah RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,
“Yang membaca Alquran dan dia mahir membacanya, dia bersama para malaikat yang mulia. Sedangkan yang membaca Alquran namun dia tidak tepat dalam membacanya dan mengalami kesulitan, maka baginya dua pahala”. (HR. Bukhari dan Muslim)
Atau dalam hadis lainnya disebutkan, bahwasannya Rasulullah SAW bersabda,
“Barangsiapa membaca satu huruf dari kitab Allah, maka ia akan mendapatkan satu kebaikan dengan huruf itu, dan satu kebaikan akan dilipatgandakan menjadi sepuluh. Aku tidak mengatakan Ali Laam Miin itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf.” (HR. Tirmidzi)
Memperbanyak Doa
Sebagaimana yang sudah diketahui bahwasannya pada malam lailatul qadar para malaikat datang memenuhi bumi untuk mendatangi manusia yang bersungguh-sungguh beribadah. Sehingga, para malaikat bersamanya dan mendoakannya.
Hal ini menjadi hari yang sangat baik untuk umat muslim memanjatkan doa baik meminta keinginannya hingga memohon ampunan dosa yang telah diperbuat. Karena, di hari itulah menjadi hari yang paling istmewa.
Menunaikan Salat Malam
Salat Tahajud atau salat malam menjadi salat terbaik setelah salat wajib. Hal ini sebagaimana yang disebutkan dalam hadis bahwasannya Rasulullah SAW bersabda, “Salat terbaik setelah salat wajib adalah salat malam”.
Karena, di dalamnya terdapat keistemawaan bagi umat muslim yang mengamalkan. Apalagi jika dilakukan di malam lailatul qadar.
Perbanyak Taubat
Di hari yang istemewa, malam yang lebih baik dari seribu bulan dan malam bersama para malaikat, maka pergunakanlah waktu tersebut untuk melakukan taubat memohon ampun kepada Alla. Karena, di malam inilah Allah akan mengampuni hambanya yang beribadah.
Dari Abu Hurairah ra, bahwasannya Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa melaksanakan salat malam pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah SWT, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni”. (HR. Bukhari)
Demikian amalan ibadah yang bisa dikerjakan pada malam lailatul qadar. Semoga kita semua bisa menjadi salah satu hamba Allah SWT yang konsisten dan giat mengejar lailatul qadar.
Editor: Agus Wahyudi




























