
ZNEWS.ID CIREBON – Sudah hampir waktu Asar, truk pengangkut paket sembako tujuan Cirebon masih melaju stabil di angka 60 km/jam. Sekalipun dalam perjalanan jauh atau safar, para driver tetap tidak meninggalkan ibadah puasa Ramadan.
Status musafir enggan mereka jadikan alasan untuk membatalkan puasa, sekalipun diperbolehkan. Mereka merasa masih memiliki tenaga yang cukup untuk menyampaikan amanah bantuan sembako tersebut hingga tujuan.
Waktu menunjukkan pukul 15.00 WIB, Bruli Haziz Saputra (30) memutuskan menepi ke rest area KM102 Tol Cipali, beberapa waktu lalu. Driver salah satu truk pengangkut bantuan paket sembako itu ingin sejenak beristirahat dari jauhnya perjalanan Jakarta-Cirebon.
Bruli dan empat driver lainnya sepakat meregangkan otot, bahu, dan betis yang sudah bekerja keras menggerakkan kendaraan logisktik berisi ribuan paket sembako itu.
“Huuffss…,” helaan nafas panjang Bruli, sembari mengipaskan topinya.
Sejenak, ia mengeluarkan handphone dari saku sebelah kiri. Sejurus kemudian, muncul gambar anak, dengan raut wajah gembira melihat ayahnya dari kejauhan.
Memanfaatkan kecanggihan teknologi, Bruli bercengkrama dengan keluarga di sela tugasnya mengantarkan bantuan sembako yang melelahkan.

“Ayah di mana?” seru suara anak, yang ternyata bernama Afifa Melati Ramadhani (7). Afifa nampak sumringah melihat raut ayahnya yang sedang bertugas. Bruli sendiri hanya bisa senyum-senyum melihat tingkah polah anaknya yang menggemaskan.
Sungguh besar amanah yang ia terima, menjaga bahan pangan tersebut sampai dengan selamat. Dari ekspedisi kebaikan bertajuk Food for Dhuafa, ribuan paket tersebut menjadi sesuatu yang begitu ditunggu oleh penerima manfaat, mereka yang terdampak secara ekonomi karena wabah Corona.
Kebanyakan mereka adalah pekerja harian di Cirebon yang tak bisa lagi beraktivitas atau bahkan korban PHK di masa pandemi. Hal tersebut juga yang membuat Bruli dan ketiga rekannya tak mengeluh dan sesegera mungkin mengantarkan paket sembako ke tujuan.
“Sudah, ya, Nak, Ayah mau salat dulu, habis itu lanjut. Setelah selesai terus pulang, kok,” tukas Bruli, menghibur Afifa yang rupanya sudah tak sabar menunggu ayahnya pulang.
Salam sapa pun berakhir. Usai salat Asar, Bruli melanjutkan perjalanan menuju Cirebon. Ribuan paket sembako yang ia bawa sudah ditunggu oleh penerima manfaat di sana.
Senyum menggemaskan dari anaknya Afifa sudah lebih dari cukup untuk mengisi kembali tenaga yang hilang. Satu tarikan napas panjang dan kaki yang perlahan menekan gas, melajukan truk kembali berjalan menyisir Tol Cipali menuju Cirebon.
Oleh: Zul
Editor: Agus wahyudi



























