Seorang pengungsi Sudan, Mekka (30), bersama anak-anaknya di lokasi penampungan darurat dekat perbatasan Sudan dan Chad, di Koufroun, Chad (11/5/2023). (Foto: ANTARA/REUTERS/Zohra Bensemra)

ZNEWS.ID JAKARTA – Dalam waktu satu minggu, Sudan melaporkan lebih dari 2.700 kasus kolera dengan 172 kematian akibat penyakit tersebut, berdasarkan keterangan resmi dari Kementerian Kesehatan Sudan.

Wilayah Afrika Timur dan Selatan saat ini tengah menghadapi wabah kolera berskala besar. Data terbaru dari UNICEF mencatat bahwa dalam 15 bulan terakhir telah terjadi lebih dari 178.000 kasus dengan hampir 2.900 korban jiwa.

“Lonjakan kasus kolera telah terdeteksi di sejumlah provinsi (Sudan). Jumlah kasus yang tercatat dalam seminggu telah mencapai 2.729, dengan 172 kematian,” kata kementerian kesehatan Sudan, Selasa (37/5/2025).

Disebutkan pula bahwa sekitar 90 persen kasus baru berasal dari wilayah Khartoum, ibu kota salah satu provinsi utama di negara tersebut.

Dilansir dari Sputnik-OANA, berdasarkan laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), lebih dari 1.300 kematian akibat kolera telah terjadi di Sudan selama paruh kedua tahun 2024.

Kolera adalah penyakit menular yang ditularkan melalui makanan dan air yang tercemar. Infeksi ini dapat menyebabkan diare akut dan, dalam kasus berat, bisa berakibat fatal dalam hitungan jam jika tidak segera ditangani.

LEAVE A REPLY