Sekolah Literasi Indonesia (SLI) menghelat Pelatihan Manajemen Perpustakaan secara daring dan dihadiri 30 orang partisipan. (Tangkap layar/LPI DD)

ZNEWS.ID BOGOR – Sekolah Literasi Indonesia (SLI) menghelat Pelatihan Manajemen Perpustakaan, belum lama ini. Kegiatan berlangsung secara daring dan dihadiri 30 orang partisipan.

Tak hanya fasilitator program Klaster Mandiri SLI dari Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, dan Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, yang turut serta menjadi peserta, Konsuktan Relawan (Kawan) SLI 5 Program Organisasi Penggerak Sekolah Literasi Indonesia (POP SLI) juga mendapatkan kesempatan memperoleh pengetahuan pada pelatihan tersebut.

Kegiatan dibagi menjadi dua sesi, yakni sesi manajemen perpustakaan yang dibawakan oleh Nurul Aeni dan sesi proses pengelolaan buku dibawakan oleh Dian Sumantri.

Nurul Aeni menyampaikan bahwa pengelolaan perpustakaan memerlukan kolaborasi dan integrasi warga sekolah.

“Setiap komponen yakni kepala sekolah, pustakawan, siswa, guru, dan orang tua memiliki peran dan kontribusi yang dibutuhkan untuk mengelola perpustakaan,” ujarnya.

Dalam penyampaiannya, Nurul secara interaktif mengajak peserta menebak peran masing-masing warga sekolah. Setelah mengetahui peran masing-masing, pengelolaan perpustakaan juga perlu membuat visi dan misi yang harus diturunkan menjadi rencana kerja.

Menurutnya, rencana kerja tersebut dapat berupa program atau kegiatan literasi. Kegiatan tersebut bisa berupa menceritakan kembali buku yang sudah dibaca dan menjadwalkan kunjungan wajib setiap kelas di sekolah.

Terakhir Nur Aeini juga memberikan arahan agar display perpustakaan harus dibuat semenarik mungkin.

LEAVE A REPLY