
ZNEWS.ID CIANJUR – Ada kisah inspiratif dari bencana gempa Cianjur. Ahli gizi Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa, Meyta Winduka, menceritakan kisah pasangan suami istri (pasutri), Riki dan Cicin, di pengungsian yang sedang mengurus bayi.
Cicin melahirkan anak keempatnya pada Minggu (27/11/2022), hari keenam pascagempa di Cianjur, Jawa Barat. Sang bayi lahir normal dengan berat badan 3,4 kg dengan panjang 48 cm
Meyta menuturkan bahwa untuk bayi baru lahir, ASI (Air Susu Ibu) merupakan asupan yang sangat penting. Sekalipun dalam kondisi bencana, bayi tersebut tetap bisa menyusu ASI dengan lancar. Menurut Meyta, ini karena dukungan sang suami.
“Pasangan ini rumahnya hancur, makanya tinggal di pengungsian. Mereka juga masih takut untuk kembali ke rumah. Ibunya punya riwayat hipertensi,” katanya.
Meyta bercerita, sewaktu mau lahiran, tepat di hari keenam pascabencana gempa Cianjur, Cicin dirujuk ke rumah sakit untuk melahirkan. Setelah melahirkan, kata dia, mereka balik lagi ke pengungsian.
“Ibunya stres terus, takut gempa susulan. Padahal, stres itu bikin ASI mampet,” tuturnya.
Ketika Meyta melakukan kunjungan ke posko pengungsian dan melakukan pemeriksaan, ternyata tekanan darah Cicin tinggi.




























