
ZNEWS.ID JAKARTA – Juru bicara Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Ariandi Putra, mengimbau para orang tua untuk mewaspadai ketergantungan gawai pada anak saat usia pertumbuhan.
Ariandi dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (7/12/2022), mengatakan bahwa perilaku kecanduan gawai sebagai screen dependency disorder (SDD) atau disebut gangguan ketergantungan terhadap layer gadget (gawai)
Ia mengungkap penelitian terbaru yang menemukan sekitar 30 persen anak di bawah usia enam bulan sudah mengalami paparan gawai secara rutin dengan rata-rata waktu 60 menit per hari.
“Pada usia dua tahun, sembilan dari sepuluh anak mendapat paparan gawai yang lebih tinggi dan berpotensi membuat mereka mengalami SDD,” ungkapnya.
Bahkan, tambah Ariandi, potensi gawai merusak otak anak bisa lebih tinggi jika anak terkena paparan gawai sejak dini.
Selain tanda-tanda anak mengalami SDD, gawai juga dapat menjadi potensi utama merusak otak anak dan mengganggu proses tumbuh kembang anak.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan, terdapat data yang menggambarkan besarnya dampak anak yang terlalu sering menggunakan gawai.




























