
ZNEWS.ID, JAKARTA – Pandemi COVID-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia banyak mengubah kebiasaan ternasuk dalam bidang pekerjaan. Work from home (WFH) atau bekerja dari rumah, menjadi pilihan banyak perusahaan dalam menjalani protokol kesehatan namun roda bisnis tetap berputar.
Panjangnya masa pandemi membuat WFH menjadi pola kebiasaan baru. Bahkan berdasarkan hasil survei perusahaan jasa finansial PricewaterhouseCoopers (PwC), sekitar 50 persen responden yang merupakan pemimpin perusahaan di Indonesia, telah mempermanenkan pola kerja jarak jauh WFH.
“Menariknya, 50 persen responden Indonesia telah menjadikan kerja jarak jauh sebagai pilihan permanen bagi karyawan mereka, sementara hanya 39 persen responden global yang menetapkan kerja jarak jauh permanen,” kata Forensic Advisor PwC Indonesia Paul van der Aa dalam rilis yang diterima di Jakarta, Kamis (29/4/2021).
Ia mengemukakan terkait dengan pola kerja jarak jauh, infrastruktur pendukung dan kapabilitas mengolah data sangat penting, terutama karena kerja jarak jauh memenuhi kebutuhan akan cara pengambilan keputusan yang jelas dan memicu risiko serangan dunia maya.
Paul memaparkan delapan dari sepuluh organisasi di Indonesia melaporkan bahwa mereka berencana untuk meningkatkan investasi mereka dalam membangun ketahanan melalui manajemen krisis, kelangsungan bisnis, dan perencanaan darurat.
Menurutnya ada banyak cara dijalankan untuk itu, tetapi dilaporkan hanya 22 persen dari responden yang merasakan bahwa berbagai fungsi manajemen krisis mereka terintegrasi dengan sangat baik.
“Di masa yang belum pernah terjadi sebelumnya, organisasi mengambil tindakan penting untuk fokus pada kesehatan karyawan dalam menanggapi COVID-19. Organisasi memberikan dukungan mulai dari menerapkan kerja jarak jauh dan protokol keselamatan, sampai membantu karyawan dengan problem pribadinya,” paparnya.





























