
ZNEWS.ID MAKKAH – Menjelang puncak haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna), Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus mengintensifkan bimbingan ibadah kepada jemaah haji di hote-hotel tempat mereka menginap.
Pada kesempatan kunjungan untuk bimbingan ibadah bagi jemaah kloter BDJ 02 Embarkasi Banjarmasin di di Musala Tower 2 Hotel Kiswah, Jarwal, Makkah, konsultan ibadah Imam Khoiri menyampaikan empat bekal meraih kemabruran haji.
Pertama, bekal niat yang ikhlas. Niat ikhlas dan ketakwaan tidak ada niat selain meraih rida Allah, tidak tercampuri oleh riya’, sum’ah, berbangga diri atau kesombongan.
“Untuk itu, haji harus dilaksanakan dengan tawadu, tenang, dan khusyuk,” kata Imam Khoiri, dilansir dari laman resmiKemenag.
Mengutip hadis yang diriwayatkan oleh Ibn Majah nomor 2890, Imam menyampaikan, dari Anas bin Malik RA, dia berkata, “Nabi Muhammad SAW menunaikan haji dengan mengendarai unta dan menghamparkan sehelai kain yang harganya kurang dari empat dirham, lalu beliau berdoa: ‘Ya Allah, jadikanlah haji ini tanpa riya dan mencari kemasyhuran’.” (HR Ibn Majah)
“Bekal terbaik bagi orang yang melaksanakan haji adalah bekal takwa (bukan koper, uang, atau makanan). Doa terbaik untuk orang yang akan berhaji adalah doa agar dibekali dengan takwa,” lanjutnya.
Kedua, bekal biaya yang halal. Imam Khoiri mengatakan, Allah adalah zat yang thayyib dan tidak menerima kecuali yang thayyib. Menurutnya, bekal haji harus bersih dari hal-hal syubhat, apalagi haram.
“Jika dalam bekalnya ada barang yang syubhat, harta ghashab atau haram, secara hukum hajinya sah, namun tidak diterima. Cermati semua hal dengan detail, dan memastikan kehalalannya,” ujarnya.





























