JAKARTA, ZNEWS.id — Menjelang Ramadan, Tim B’Beres dari Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa menggelar aksi bersih-bersih di Taman Pemakaman Umum (TPU) Jabon Mekar, Parung, Bogor, Kamis (12/2/2026).

Di bawah terik matahari, para anggota tim tampak mencabuti rumput liar dan membersihkan nisan demi menciptakan lingkungan makam yang lebih rapi dan nyaman bagi para peziarah.

Tim B’Beres merupakan kelompok yang beranggotakan penyintas disabilitas mental yang tengah menjalani proses pemulihan. Kegiatan bersih-bersih makam ini tidak hanya menjadi layanan sosial menjelang tradisi ziarah kubur di bulan suci, tetapi juga menjadi bagian dari terapi pemulihan mereka melalui aktivitas fisik di ruang publik.

Manajer LPM Dompet Dhuafa, Kamaludin, menjelaskan bahwa aksi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang berziarah.

Menurutnya, kehadiran Tim B’Beres sekaligus menjadi sarana pemberdayaan bagi para penyintas agar tetap produktif dan berkontribusi positif.

“Pembersihan makam ini menjadi bagian layanan untuk peziarah agar lokasi pemakaman bersih dan nyaman untuk dikunjungi. Di sisi lain, aktivitas ini juga menjadi sarana terapi bagi penyintas disabilitas mental dalam proses pemulihan,” ujarnya.

Koordinator aksi, Irawan, mengungkapkan adanya perubahan perilaku yang signifikan sejak program ini berjalan pada November lalu. Interaksi dengan lingkungan luar dinilai mampu membantu meredam gejala yang sebelumnya sering muncul ketika mereka lebih banyak beraktivitas di dalam ruangan.

“Dari kegiatan seperti ini terlihat kemajuan dalam perilaku mereka. Dulu lebih banyak di dalam ruangan dan mudah berhalusinasi. Setelah aktif di luar dan lelah beraktivitas, mereka bisa beristirahat dengan baik dan lebih mudah diarahkan,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa kondisi emosional para anggota kini lebih stabil dan kemampuan komunikasi antarsesama semakin membaik. Obrolan mereka menjadi lebih nyambung dan interaksi sosial berjalan lebih positif.

Ke depan, Dompet Dhuafa berharap Tim B’Beres tidak hanya berhenti sebagai aksi musiman. Program ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan berkelanjutan yang menggabungkan pemulihan kesehatan jiwa, kebermanfaatan bagi lingkungan, serta penguatan peran penyintas melalui karya nyata di tengah masyarakat.

LEAVE A REPLY