GAZA – Dompet Dhuafa merespon serangan udara Israel yang menewaskan sepuluh warga Palestina di Gaza dengan mengerahkan mitra relawan Dompet Dhuafa yang berada di lokasi terdekat.
Semua kota di Gaza diserang. Namun kota-kota yang diperbatasan lebih bahaya karena gerakan apapun diserang oleh Israel,” jelas Dr.Mohammed Shabat.
“Sedangkan di Kota Gaza bagian pusat, meskipun ada serangan namun bisa bergerak seperti biasa, karena ada banyak warga negara asing yang kerja di sana. Tapi keadaan sangat bahaya karena tidak ada target tertentu dari para penyerang,”sambungnya.
Serangan pertama jatuh di Kota Gaza dengan jarak kurang lebih 15 kilometer dari rumah sakit tempat Dr.Mohammed Shabat berada. Serangan kedua berada di daerah Al-Faluja yakni 2 sampai 3 kilometer dari rumah sakit. Serangan lain di perbatasan Kota Beit Hanoun yang berjarak 7 sampai 8 kilometer. Terakhir serangan lainnya di Gaza Barat, Kota Khan Younis.
“Atas nama kemanusiaan kami mengecam segala bentuk penindasan dan kekerasan terhadap semua penduduk di dunia. Dompet Dhuafa, sudah mengerahkan unit ambulans untuk bantu evakuasi dan pertolongan jarak jauh,”jelas Haryo Mojopahit selaku Chief Executive Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa.
Dilansir dmcdompetdhuafa.org, terdapat dua mobil ambulans dikhususkan untuk Gaza Timur dan satu ambulans untuk di Kota Gaza serta Jalur Gaza Utara untuk evakuasi korban meninggal dan pertolongan jarak jauh.



























