JAKARTA – Bambang Suherman selaku Direktur Komunikasi & Aliansi Strategis Dompet Dhuafa menjelaskan alasan harga kurban di Dompet Dhuafa lebih memadai.

Penjelasan tersebut disampaikan dalam gelaran Kurbanaval 2022 di Anjungan Sarinah Thamrin, Jakarta Pusat, pada Minggu (12/6/2022).

“Konsen Dompet Dhuafa itu dari hulu ke hilir. Harga kurban kami yang murah itu bukan menyakiti peternak, tapi karena Dompet Dhuafa membuat program pemberdayaan di peternakannya. Bedanya, Dompet Dhuafa tidak membangun rantai distribusi karena tidak diperlukan. Maka selisih angka untuk distribusi yang biasanya diambil oleh jaringan, ini diserahkan untuk pekurban. Sehingga, teman-teman bisa berkurban dengan hewan yang layak dan harga memadai,” jelasnya, dilansir dompetdhuafa.org.

“Jadi, tidak ada lagi alasan bagi kita terutama muda-mudi untuk tidak bisa berkurban. Insha Allah, akan ada banyak yang senyum untuk itu (kurban),” imbuhnya.

Bambang Suherman juga mengungkapkan, bahwa sejarah dasar Dompet Dhuafa menginisiasi program Tebar Hewan Kurban (THK) telah dilakukan sejak tahun 1994. Berawal dari kekhasannya ada penumpukan daging kurban di kota-kota besar, maka, masyarakat menginginkan jika daging kurban juga bisa terdistribusikan ke luar kota-kota besar, pun pelosok, agar kurban senantiasa #JadiManfaat .

“Ini (THK) karena partisipasi masyarakat juga. Secara umum, kita (Dompet Dhuafa) coba memfasilitasi dan memenuhi kebutuhan berbagi dari masyarakat tersebut,” jelasnya lagi.

Bambang Suherman juga menjelaskan, konsep THK juga diperkuat oleh faktor adanya beberapa tempat yang sangat pelosok dan sangat sulit memenuhi kebutuhan masyarakat untuk Dompet Dhuafa mendistribusikan daging kurban ke sana. Dasar ini juga yang membuat Dompet Dhuafa menciptakan terlebih dahulu program pemberdayaan peternakan di sekitar kawasan yang sulit dijangkau, kemudian Dompet Dhuafa bisa menyelenggarakan program THK di lokasi itu.

“Meskipun mendistribusikan hewan atau daging kurban ke pelosok, antar pulau, menyeberangi laut, terlihat memang heroik, tapi kasihan juga. Jadi, kita memang berupaya menghadirkan pemberdayaan peternakan di titik-titik yang akses transportasi kesananya sulit. Sehingga, kita ingin di THK-THK selanjutnya, harapan masyarakat untuk distribusi kurban ke pelosok yang paling jauh pun, bisa kita penuhi, karena sudah ada peternaknya,” pungkas Bambang.

LEAVE A REPLY