Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

ZNEWS.ID JAKARTA – Keharusan mengetahui petunjuk Rasulullah SAW menjadi urgensi yang tidak bisa ditawar lagi. Sebab, tidak ada jalan untuk mendapatkan keberuntungan kecuali lewat petunjuk itu.

Baik dan buruk tidak bisa dikenali secara terinci kecuali dari sisi petunjuk itu. Apapun kebutuhan yang datang, urgensi hamba dan kebutuhannya terhadap Rasul jauh lebih penting lagi.

Apa pendapatmu tentang orang yang engkau pun sudah putus asa untuk memberinya petunjuk? Tidak ada yang bisa merasakan hal ini kecuali hati yang hidup. Sebab orang yang mati tidak lagi merasakan sakit.

Jika kebahagiaan tergantung kepada petunjuk Rasulullah SAW, siapapun yang menginginkan keselamatan bagi dirinya harus mengenal dan mengetahui petunjuk, sirah, dan kedaan beliau agar terbebas dari jerat orang-orang yang bodoh.

Dalam hal ini, manusia ada yang mendapat sedikit, mendapat banyak, dan ada pula yang sama sekali tidak mendapatkannya. Karunia hanya ada di tangan Allah, yang diberikan kepada siapa pun yang dikehendakiNya.

Bermuamalah

Rasulullah SAW adalah orang yang paling bagus dalam bermuamalah. Jika meminjam sesuatu dari orang lain, maka beliau mengembalikannya lebih bagus dari yang dipinjamnya. Beliau pasti mengembalikannya sambil mendoakan orang yang memberikan pinjaman kepada beliau:

“Barokallah laka fi ahlika wa malika. Innama jaza’us salafil hamdu wal ada’.”

Artinya: “Semoga Allah memberkahi bagimu dalam keluargamu dan hartamu. Sesungguhnya pahala pinjaman ialah pujian dan pemenuhan”. (Diriwayatkan An Nasa’i, Ibnu Majah, dan Ahmad).

LEAVE A REPLY