
ZNEWS.ID JAKARTA – Siapa pun yang mencukur bisa mengalami luka di bagian tubuh mana pun tempat bercukur seperti wajah, kaki, atau ketiak. Luka akibat pisau cukur ini dapat disebabkan pencukuran kering, teknik pencukuran yang agresif, atau pencukuran dengan pisau yang tumpul.
“Bisa juga terjadi ketika folikel rambut terbuka setelah bercukur dan zat iritan masuk, seperti air garam, klorin, atau tabir surya,” kata pakar dermatologi, Rhonda Q Klein, MD dari Modern Dermatology PC di Connecticut, dikutip dari Health, Selasa (7/9/2021).
Lalu, bagaimana mencegah kulit terluka saat bercukur? Pertama, sebaiknya jangan pernah bercukur kering. Klein menyarankan Anda menggunakan sabun atau krim cukur.
Kedua, selalu gunakan pisau cukur yang bersih karena alat yang kotor sering dipenuhi bakteri dan sel kulit mati. Juga, bisa menarik rambut yang dapat menyebabkan lebih banyak iritasi dan peradangan.
Pakar dermatologi dari Mount Sinai School of Medicine, Debra Jaliman, menyarankan Anda mengganti pisau cukur sesering mungkin dan bila memungkinkan pilihlah pisau cukur dengan banyak mata pisau, karena ini akan mengurangi frekuensi Anda harus menempelkan pisau cukur pada kulit dan mengurangi kemungkinan iritasi.
Di sisi lain, menggunakan pisau cukur yang tersumbat rambut, sabun, atau krim cukur juga dapat menyebabkan luka. Jadi, biasakan membilas pisau cukur Anda sesering mungkin selama sesi bercukur.
Perhatikan juga teknik bercukur. Sebaiknya, lakukan eksfoliasi kulit untuk mengangkat sel kulit mati sebelum bercukur. Lalu, bercukurlah saat mandi untuk memastikan rambut Anda terhidrasi dengan baik sebelum mencukur.



























