Ilustrasi: Sejumlah tenaga kesehatan dengan alat pelindung diri (APD) mengemas tumpukan APD bekas yang digunakan saat tes usap (swab) Covid-19 massal di Pasar Sukaramai, Kota Pekanbaru, Riau, Jumat (26/6/2020). (Foto: ANTARA/FB Anggoro/wsj

ZNEWS.ID JAKARTA – Pandemi Covid-19 tidak hanya mendatangkan masalah penyakit dan kesehatan tapi juga sampah medis. Terutama, alat pelindung diri (APD), baju hazmat, faceshield dan masker medis bekas pakai, serta jarum suntik.

Saat ini, Indonesia menghadapi masalah limbah medis sebagai ikutan peningkatan kasus Covid-19 yang jumlahnya terus meningkat, baik di fasilitas layanan kesehatan maupun di masyarakat luas.

Jika tidak dikelola dan diolah dengan baik, limbah medis akan jadi permasalahan sampah baru yang mencemari lingkungan. Oleh karena itu, perlu penanganan khusus limbah medis Covid-19 dengan menggunakan ragam teknologi.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mempunyai beberapa teknologi pengolahan dan daur ulang limbah untuk menanggulangi masalah limbah medis Covid-19. Teknologi tersebut antara lain alat pengolah jarum suntik, Plasma Exhaust Gas untuk insinerator, daur ulang limbah masker dengan metode ekstruksi dan rekristalisasi, dan teknologi autoklaf suhu rendah.

Alat Penghancur Jarum Suntuk (APJS) MEDINA5 seri SS500 buatan LIPI. (Foto: LIPI)

Kepala Loka Penelitian Teknologi Bersih (LPTB) LIPI, Ajeng Arum Sari, mengatakan bahwa Alat Penghancur Jarum Suntik (APJS) mampu meleburkan bahan baja (stainless steel) jarum suntik yang bertitik lebur 1.200 derajat Celcius menjadi serbuk.

APJS dapat menghancurkan jarum suntik menjadi serbuk dalam waktu 10 detik untuk setiap satu jarum suntik. Alat itu memanfaatkan panas tinggi yang ditimbulkan akibat gesekan pada saat proses penghancuran secara mekanis sehingga menghasilkan serbuk yang sudah steril.

Alat bekerja dengan memutar batu gerinda yang ada dalam APJS dengan menggunakan suatu penggerak dari motor listrik dengan daya sebesar 100 Watt pada tegangan kerja 220 Volt.bAlat tersebut dirancang portable (mudah pindah) dan dapat digunakan oleh praktisi medis dengan aman dan mudah dioperasikan.

LEAVE A REPLY