Ilustrasi: Periksa mata. (Foto: allaboutvision.com)

ZNEWS.ID JAKARTA – Glaukoma adalah jenis gangguan penglihatan yang ditandai dengan terjadinya kerusakan pada saraf optik yang biasanya diakibatkan oleh adanya tekanan di dalam mata. Akibat ketidakseimbangan antara produksi dan pembuangan cairan dalam bola mata. Hal ini merusak jaringan-jaringan syaraf halus yang ada di retina dan di belakang bola mata.

Glaukoma disebut sebagai “si pencuri penglihatan” karena sering berkembang tanpa gejala yang nyata. Penderita Glaukoma sering tidak menyadari adanya gangguan penglihatan sampai terjadi kerusakan penglihatan yang sudah lanjut.

Glaukoma merupakan penyebab kebutaan kedua terbanyak setelah katarak di seluruh dunia maupun di Indonesia. Kebutaan akibat glaukoma bersifat permanen (irreversibel).

Faktor Resiko Glaukoma

  • Riwayat glaukoma di dalam keluarga, saudara sekandung lebih beresiko dibandingkan orangtua dan anaknya.
  • Penyakit degeneratif (diabetes atau hipertensi).
  • Tekanan bola mata tinggi merupakan faktor resiko utama pada glaukoma, walaupun terdapat penderita yang terkena glaukoma pada tekanan bola mata yang normal.
  • Kecelakaan atau operasi pada mata sebelumnya.
  • Migran atau penyempitan pembuluh darah otak (sirkulasi buruk).

Jenis-Jenis Glaukoma

  • Glaukoma Kronis

Glaukoma Kronis adalah kelopak mata yang umumnya ditandai dengan kerusakan saraf optik dan kehilangan lapang pandang yang bersifat progresif serta berhubungan dengan berbagai faktor resiko terutama tekanan inraokuler yang tinggi. Pada glaukoma kronis, kadang-kadang tidak terlihat tanda dan gejala yang khas, sehingga sering kali ditemukan setelah keadaan lanjut.

LEAVE A REPLY