Ilustrasi: Seorang warga beraktivitas dengan berlatar belakang Gunung Merapi di Klakah, Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (11/11/2020). (Foto: ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho/foc)

ZNEWS.ID MAGELANG – Masyarakat di kawasan aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Merapi diimbau untuk mewaspadai banjir lahar di musim hujan. Hal itu disampaikan Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida.

“Rekomendasi kami, di hulu-hulu sungai Merapi itu tidak aman karena sewaktu-waktu lahar itu akan turun karena sekarang musim hujan,” katanya di Magelang, Selasa (2/2/2021).

Hanik menyampaikan hal tersebut saat mengunjungi Pos Pengamatan Gunung Merapi Babadan di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang bersama Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Lilik Kurniawan.

Menurut dia, banjir lahar selain material yang baru juga ada material lama yang terbawa. Banjir lahar berpotensi di semua alur sungai yang berhulu di Merapi.

Hanik mengatakan bahwa material yang dikeluarkan saat erupsi pada 27 Januari 2021 sekitar 82.000 meter kubik.

“Memang material yang dilepas kecil, namun walaupun kecil harus terus diwaspadai, karena volume kubahnya masih tumbuh. Apalagi kalau lahar selain material yang baru juga ada material lama yang terbawa,” katanya.

Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Lilik Kurniawan, menuturkan babwa berdasarkan informasi dari BMKG curah hujan tinggi terjadi pada Januari dan Februari 2021

LEAVE A REPLY