Presiden Iran Hassan Rouhani. (Istimewa)

ZNEWS.ID, BAKU/YEREVAN – Presiden Iran Hassan Rouhani memperingatkan bahwa konflik antara prajurit Azerbaijan dan pasukan etnis Armenia di Kaukasus Selatan dapat memicu perang regional saat jumlah korban tewas semakin meningkat pada hari ke-11 pertempuran.

“Kita harus mengingatkan agar perang antara Armenia dan Azerbaijan tidak menjadi perang regional,” kata Presiden Rouhani dalam sambutan yang disiarkan televisi, Rabu (7/10/2020) waktu setempat.

“Perdamaian adalah dasar dari upaya kami dan kami berharap dapat memulihkan stabilitas kawasan dengan cara damai,” ia menambahkan.

Rouhani mengatakan Iran tidak akan mengizinkan “negara-negara mengirim teroris ke perbatasan kami dengan berbagai dalih”.

Lebih dari 300 orang telah tewas dalam pertempuran baru di dalam dan sekitar daerah kantong pegunungan Nagorno-Karabakh, yang menurut hukum internasional adalah milik Azerbaijan tetapi dihuni dan diatur oleh etnis Armenia.

Iran, yang berbatasan dengan Armenia dan Azerbaijan, telah berbicara dengan kedua bekas republik Soviet karena kekhawatiran meningkat bahwa Turki, sekutu dekat Azerbaijan, dan Rusia, yang memiliki pakta pertahanan dengan Armenia, dapat terseret ke dalam konflik.

Dalam seruan baru untuk gencatan senjata, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan dalam sebuah wawancara televisi bahwa peristiwa itu adalah tragedi dan Moskow sangat prihatin.

LEAVE A REPLY