Pendiri sekaligus CEO Facebook Mark Zuckerberg.(ANTARA)

ZNEWS.ID, WASHINGTON – Facebook Inc akan mengambil langkah yang agresif untuk “membatasi sirkulasi konten” untuk Pemilu Presiden Amerika Serikat yang akan berlangsung pada November tahun ini.

Dikutip laporan dari Financial Times pada Selasa, langkah agresif ini diambil jika Pemilu berubah menjadi kacau atau bahkan menimbulkan aksi kekerasan saat unjuk rasa, menurut sumber salah seorang eksekutif Facebook.

Facebook sudah menyiapkan solusi untuk berbagai skenario, termasuk unjuk rasa masyarakat sipil dan “dilema politik” penghitungan surat suara langsung lebih cepat dibandingkan voting melalui email.

Facebook tidak berkomentar atas isu ini.

Platform jejaring sosial terbesar dunia ini sebelumnya menyatakan akan membatasi iklan politik seminggu sebelum Pilpres pada 3 November.

Facebook akan tetap mengizinkan kampanye dan iklan politik yang sudah masuk ke sistem, termasuk juga mengizinkan pengiklan mengubah pengeluaran iklan dan target pengguna, namun, akan memblokir perubahan konten atau desain iklan.

Ujaran Kebencian

Sebelumnya, penyanyi Selena Gomez, salah satu bintang paling berpengaruh di media sosial, mengungkapkan keluhan dan pesan pribadi yang dia kirim ke eksekutif Facebook Mark Zuckerberg dan Sheryl Sandberg.

LEAVE A REPLY