
ZNEWS.ID JAKARTA – Sejumlah program prioritas disiapkan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan dalam meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat pengguna kereta api di Indonesia. Program priorotas itu akan dilaksanakan pada 2021 setelah Dirjen Perkeretapian mendapatkan alokasi pagu anggaran 2021 sebesar Rp11,1 triliun.
“Pada 2021, sektor perkeretaapian difokuskan untuk infrastruktur ekonomi, yakni proyek Kereta Api Makassar Pare-Pare, Kereta Api Kecepatan Tinggi Pulau Jawa dan infrastruktur perkotaan sistem angkutan umum massal perkotaan di enam wilayah metropolitan,” kata Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Zulfikri dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi V DPR di Jakarta, Kamis (10/9/2020).
Zulfikri merinci pertama, pembangunan jalur kereta api, di antaranya Makassar-Parepare segemen 3,64 kilometer, Bogor-Sukabumi 26,6 kilometer, Jalur KA Bandara Internasional Yogyakarta enam kilometer.
Kemudian, Pembangunan Jalur kereta api perkotaan yang dibagi menjadi dua, yaitu mendukung prioritas nasional: Perkeretaapian Jabodetabek, Perkeretaapian Mebidangro, Perkeretaapian Bandung Raya dan Perkeretaapian Gerbangkertasusila.
Kedua mendukung prioritas bidang: Solo Balapan-Solo Jebres, peningkatan fasilitas operasi (lintas Cikarang-Cikanpek, Jatinegara-Bogor dan Manggarai- Stasiun Jakarta Kota, Stasiun Yogyakarta-Stasiun Bandung dan Ciroyom.
Kemudian, kegiatan mendukung Ibu Kota Negara (IKN), yakni studi kelayakan penyelenggaraan perkeretaapian segmen Balikpapan-Samarinda.
Perawatan dan pengoperasian prasarana perkeretaapian dan milik negara (IMO) pada 4 Divre si wilayah Sumatera dan pada sembilan Daerah Operasi di wilayah Jawa.





























