KBRI Islamabad sedang melakukan buka puasa virtual (foto:kemlu)

ZNEWS.ID, JAKARTA – KBRI Islamabad terus berupaya mencari peluang untuk mendorong peningkatan kerja sama ekonomi dan perdagangan antara Indonesia dan Pakistan di tengah pandemi COVID-19, demikian keterangan tertulis KBRI tersebut yang diterima, Kamis (11/6/2020).

KBRI Islamabad menggagas pertemuan bisnis virtual dengan mengundang pengurus kamar dagang dan industri (KADIN) Rawalpindi (RCCI), KADIN Indonesia Komite Tetap Timur Tengah (KT3) dan OKI, serta para pelaku usaha UMKM Indonesia yang dilaksanakan pada Rabu (10/6/2020).

“Pertemuan bisnis virtual ini merupakan upaya kita sedemikian rupa untuk selalu memupuk dan memperkuat hubungan antara pelaku usaha Indonesia dan Pakistan yang selama ini telah terjalin baik,” kata Duta Besar RI untuk Pakistan, Iwan Suyudhie Amri.

Selain itu pertemuan diharapkan dapat melahirkan gagasan konstruktif dan solusi untuk mengatasi berbagai hambatan pada hubungan perdagangan bilateral Indonesia-Pakistan, khususnya pada masa pandemi saat ini.

Presiden RCCI Saboor Malik mengapresiasi langkah KBRI Islamabad yang telah menginisiasi pertemuan bisnis virtual tersebut. “Banyak informasi positif yang kami peroleh dan memantik gagasan program sinergis untuk meningkatkan hubungan ekonomi Indonesia dan Pakistan,” ucap Saboor Malik.

Dalam kesempatan pertemuan yang berlangsung selama dua jam, Wakil Ketua Kadin Indonesia KT3 dan OKI, Mufti Hasan Hamka menyebutkan bahwa Indonesia dan Pakistan memiliki jumlah populasi yang besar, sehingga potensi pasar di kedua negara masih terbuka lebar.

“Oleh karena itu, kami menyambut baik undangan RCCI untuk berpartisipasi pada pameran Virtual International Rawal Expo (VIRE) pada 7-16 Agustus 2020 dan akan meneruskan undangan tersebut kepada para pelaku bisnis di Indonesia,” Mufti Hasan.

Kedua KADIN sepakat untuk menjadikan VIRE sebagai ajang promosi produk unggulan masing-masing anggotanya.

Salah satu perwakilan dari pelaku usaha Indonesia menyampaikan bahwa model pameran virtual itu merupakan yang pertama dan tepat untuk dilaksanakan di tengah pandemi, serta dinilai lebih ekonomis dan mendorong platform daring.

Total nilai perdagangan Indonesia-Pakistan pada 2019 mencapai 2,3 miliar dolar AS.

Sumber: Antara

LEAVE A REPLY