Gedung yang rusak setelah serangan Israel di Teheran, ibu kota Iran, Jumat (13/6/2025). (Foto: Anadolu)

ZNEWS.ID TEHERAN – Israel melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap berbagai target militer di Iran, termasuk individu yang diduga memiliki hubungan dengan program nuklir negara itu.

RIA Novosti melaporkan bahwa serangan tersebut juga menyasar sejumlah tokoh militer penting Iran. Sementara itu, stasiun televisi Iran, Press TV, mengabarkan adanya korban jiwa dalam serangan tersebut, termasuk perempuan dan anak-anak, meskipun jumlah pastinya belum diungkapkan.

Sebagai dampak dari serangan ini, semua penerbangan di Bandara Internasional Imam Khomeini, Tehran, dibatalkan. Informasi ini disampaikan oleh juru bicara bandara, menurut laporan kantor berita ISNA.

Militer Israel menyatakan bahwa tahap awal dari operasi serangan udara mereka telah selesai dilaksanakan. Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengadakan rapat kabinet guna membahas situasi terbaru yang terjadi di Iran.

Media Israel, Ynet, mengutip pernyataan dari pejabat berwenang bahwa beberapa tokoh militer dan ilmuwan nuklir Iran, termasuk Kepala Staf Umum militer Iran, diduga tewas dalam serangan tersebut. Dua gedung tempat tinggal petinggi militer Iran disebutkan hancur akibat gempuran itu.

Laporan dari stasiun TV pemerintah Iran, IRIB, menyebutkan beberapa tokoh penting yang diduga tewas, di antaranya Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Hussein Salami, Komandan Markas Pusat Khatam al-Anbiya IRGC Gholamali Rashid, fisikawan Mohammad Mehdi Tehranchi, dan mantan Kepala Organisasi Energi Atom Iran, Fereydoon Abbasi.

Kantor berita Tasnim juga melaporkan bahwa Salami, Tehranchi, dan Abbasi dipastikan menjadi korban tewas dalam serangan tersebut.

Tak hanya serangan udara, Israel juga disebut melancarkan operasi sabotase di dalam wilayah Iran. Tujuan dari operasi ini adalah untuk melumpuhkan fasilitas peluncuran rudal dan sistem pertahanan udara Iran. Hal ini diungkapkan oleh jurnalis Axios, Barak Ravid, yang mengutip pernyataan pejabat tinggi Israel.

“Selain serangan udara skala besar oleh Angkatan Udara Israel, Mossad memimpin misi sabotase rahasia yang menargetkan situs-situs strategis rudal dan sistem pertahanan udara Iran,” tulis Ravid melalui akun X miliknya.

LEAVE A REPLY