Ilustrasi Onconomics, Pendekatan Terapi Kanker yang Lebih Personal dan Efektif. (Foto: Shutterstock)

Oleh: dr Dito Anurogo MSc PhD(Cand) (Kandidat doktor di IPCTRM College of Medicine Taipei Medical University Taiwan, dosen di FKIK Unismuh Makassar, dokter pengampu Telemedicine di SMA Negeri 13 Semarang, penulis puluhan buku di antaranya: “The Art of Medicine”, “The Art of Onconomics 5.0”, “Stem Cells Made Easy”, reviewer puluhan jurnal nasional dan internasional)

ZNEWS.ID JAKARTA – Selama beberapa dekade terakhir, kemajuan dalam teknologi -omics telah mengubah wajah penelitian dan pengobatan kanker secara dramatis dan revolusioner. Pada dasarnya, omics adalah kumpulan teknik ilmiah yang memungkinkan kita memahami proses seluler secara keseluruhan.

Teknologi ini mencakup genomik (studi tentang DNA dan RNA), proteomik (protein), metabolomik (metabolit), nutrigenomik (nutrisi), farmakogenomik (obat-obatan), dan banyak lagi disiplin ilmu lainnya.

Dalam dunia onkologi atau ilmu kedokteran mengenai kanker, omics memberikan wawasan mendalam tentang gangguan genetik dan molekuler yang menyebabkan kanker.

Teknologi onconomics ini, yang mencakup genomik, proteomik, metabolomik, dan epigenomik, memberikan wawasan yang belum pernah ada sebelumnya tentang mekanisme molekuler kanker.

Transformasi ini bukan hanya bersifat teoretis, melainkan juga telah memicu perubahan nyata dalam cara kita mendiagnosis, memahami, dan mengobati kanker.

Era baru ini ditandai dengan pendekatan yang lebih presisi dan personal dalam pengobatan kanker, mengarah pada terapi yang dirancang khusus berdasarkan profil unik dari masing-masing pasien. Dengan demikian pengobatan bisa disesuaikan untuk setiap individu.

Genomik sebagai Fondasi Terapi

Genomik merupakan cabang biologi yang mempelajari keseluruhan genom dari suatu organisme atau virus. Dalam genomika, kita memahami struktur, organisasi, dan fungsi genom secara menyeluruh.

Sebagai pilar utama dari revolusi -omics, ilmu ini memungkinkan para peneliti untuk memahami lebih dalam tentang mutasi genetik yang mendasari perkembangan kanker.

LEAVE A REPLY