
Oleh: Muhammad Syafi’ie el-Bantanie (Founder dan CEO Ekselensia Tahfizh School, Pendiri Wakaf Insani Institute, Praktisi dan Konsultan Wakaf)
ZNEWS.ID JAKARTA – Sedianya Amr bin Ash dan timnya ditugasi Khalifah Umar bin Khattab sebatas berdakwah ke Syam dan mengislamkan penduduknya.
Setelah misi dakwah Islam di Syam tuntas, mestinya Amr bin Ash kembali ke Madinah.
Namun, dengan naluri dakwah dan leadernya, Amr mengajak timnya untuk masuk berdakwah dan membebaskan Mesir.
Timnya mengingatkan tugas dari Khalifah hanya berdakwah membebaskan Syam.
“Aku sangat hafal peta dan geopolitik Mesir. Insyaallah dengan pertolongan-Nya, kita akan berhasil membebaskannya,” tegas Amr.
“Saya pikir Khalifah Umar membatasi tugas kita sampai Syam karena mengkhawatirkan keselamatan kita jika sampai masuk ke Mesir. Khalifah berpikir itu daerah asing yang belum kita kenal sama sekali,” Amr meyakinkan timnya.
Takdir Allah menjawab naluri dakwah dan leader Amr bin Ash. Mesir terbebaskan dan terislamkan.
Dan, Mesir-lah yang tertakdir menjadi tanah kejayaan Amr bin Ash sebagai pemimpin (gubernur).
Kita membayangkan betapa enak memiliki tim selevel Amr bin Ash. Tapi, kita jangan lupa, Amr bin Ash menjadi pemimpin hebat di bawah bimbingan Khalifah Umar bin Khattab.
Jadi, jika Anda ingin memiliki tim sehebat Amr bin Ash, maka memimpinlah seperti Khalifah Umar memimpin.

























