
ZNEWS.ID CIANJUR – Hingga malam ini, Senin (21/11/2022), tim DMC Dompet Dhuafa bersama sejumlah relawan lainnya terus menyisir wilayah gempa yang terdapat sejumlah penyintas membutuhkan pertolongan. Banyak dari mereka mengalami patah tulang akibat tertimpa bangunan yang sebagian sudah roboh akibat gempa.
“Dibantu relawan dari Respon Darurat Kesehatan (RDK) LKC (Layanan Kesehatan Cuma-Cuma) Dompet Dhuafa, malam ini dari Puskesmas Cijedil membantu penyintas patah tulang untuk dapat dirujuk ke rumah sakit sebagai tindakan lebih lanjut. Para penyintas akibat dari Gempa di Cianjur merupakan anak-anak,” ujar dr Aqila, Penanggung Jawab RDK LKC Dompet Dhuafa.
Di sisi lain, tim Corps Dai Dompet Dhuafa (Cordofa) melalui Ustaz Awang Risuha terus menysisir sejumlah wilayah yang terdampak gempa, seperti di Desa Cikondang, Cibeber, dan Ceugeunah, karena diperkirakan masih terdapat penyintas yang kesulitan untuk dievakuasi dengan kondisi direruntuhan puing-puing bangunan.
“Saat ini kebutuhan bagi para penyintas yaitu tenda, karena hingga malam ini banyak masyarakat yang belum berani untuk masuk ke dalam rumah karena masih terdapat gempa susulan. Sehingga, tenda, air minum, hingga penerangan ataupun genset sangat diperlukan bagi para penyintas,” katanya.
Hingga malam ini melalui data yang dihimpun oleh BPBD Kabupaten Cianjur terdapat 162 orang meninggal dunia dan mayoritas adalah anak-anak, sementara untuk luka-luka 326 orang. Disisi lain, sebanyak 13.784 orang mengungsi.
Gempa ini juga mengakibatkan kerusakan pada bangunan, total rumah dan bangunan lain mencapai 2.345 unit. Para penyintas hingga malam membutuhkan tenda, alat penerangan, makanan siap saji, dan velbed.
Dompet Dhuafa mengajak berbagai para pihak untuk bersama-sama berkolaboraksi dalam aksi kemanusiaan, sehingga dapat meringankan para penyintas gempa di Cianjur, Jawa Barat. Tim DMC Dompet Dhuafa mengerahkan 15 personil, 3 Ambulance, 2 kendaraan taktis hingga 2 unit kendaraan motor. *



























