
KOTAWARINGIN BARAT – Puluhan anak korban banjir di Desa Kumpai Batu Atas dan Terantang, Kecamatan Arut Selatan, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, bermain dan belajar di Taman Kota, Kamis (3/11/2022).
Permainan itu dipandu oleh tim relawan dari PMI Kotawaringin Barat dan Dompet Dhuafa.
Rio Juni Andita, Wakil Ketua Bidang Relawan, mengatakan bahwa selain kegiatan Psychosocial Support Programme (PSP) dari PMI Kotawaringin Barat, juga ada kegiatan corner gizi bersama DMC Dompet Dhuafa yang bekerja sama dengan Puskesmas Desa Kumpai Baru Atas.
“Alhamdulillah, respons anak-anak sangat antusias dan keceriaan mereka sangat tampak terlihat,” ujarnya.
Rio berharap, ketika banjir sudah usai, anak-anak dapat kembali bersekolah dan bermain lagi.
Calvin, salah satu anak pengungsian yang ikut bermain mengaku senang bisa diajak bermain dan belajar bersama teman-teman lainnya.
“Terima kasih untuk kakak-kakak yang sudah mengajak kami jalan-jalan, lama sekali tidak bermain ke Taman Kota, diajak main games, dan makan bersama. Seru sekali,” ungkap Calvin.
Banjir yang melanda Desa Kumpai Batu Bawah dan sekitarnya membuat ratusan Kepala Keluarga (KK) mau tidak mau harus mengungsi, hal ini tentu saja membuat anak-anak tidak bisa bersekolah.


























