Jakarta, ZNews.id – Banyak orang mengira sakit kepala atau mual saat bangun tidur hanyalah efek kurang istirahat. Padahal, dalam kasus tertentu, keluhan yang terasa lebih berat di pagi hari dapat berkaitan dengan kondisi medis serius, termasuk tumor otak.
Tumor otak adalah pertumbuhan sel yang berkembang secara tidak normal di jaringan otak. Berdasarkan penjelasan dari National Health Service (NHS), tumor otak terbagi menjadi dua kelompok utama: jinak (non-kanker) dan ganas (kanker).
Tumor jinak umumnya tumbuh lambat dan kecil kemungkinan kambuh setelah terapi. Sementara itu, tumor ganas dapat berkembang agresif, baik berasal dari otak itu sendiri maupun menyebar dari organ lain. Jenis ini berisiko tinggi untuk muncul kembali meski sudah mendapat penanganan.
Menariknya, sebagian gejala tumor otak sering kali terasa lebih jelas pada pagi hari.
Mengapa Gejala Lebih Terasa Saat Bangun Tidur?
Saat seseorang berbaring sepanjang malam, tekanan di dalam rongga kepala (tekanan intrakranial) dapat meningkat. Jika terdapat massa seperti tumor di dalam otak, tekanan ini bisa bertambah sehingga menimbulkan keluhan lebih nyata setelah bangun tidur.
Kondisi tersebut membuat beberapa gejala khas muncul atau terasa memburuk pada pagi hari.
Sakit Kepala yang Tidak Biasa
Sakit kepala merupakan salah satu tanda yang paling sering dilaporkan. Namun, sakit kepala akibat tumor otak memiliki ciri tertentu.
Nyeri biasanya terasa lebih berat saat bangun tidur, semakin sering muncul, tidak membaik meski sudah minum obat pereda nyeri dan memburuk saat batuk, bersin, atau mengejan.
Hal ini terjadi karena tumor dapat menekan jaringan otak, cairan serebrospinal, atau pembuluh darah di sekitarnya. Tekanan yang meningkat memicu nyeri berulang yang perlahan makin intens.
Mual dan Muntah Tanpa Sebab Jelas
Mual atau muntah di pagi hari sering dikaitkan dengan gangguan lambung. Namun, jika keluhan ini muncul tanpa masalah pencernaan yang jelas, perlu kewaspadaan.
Tekanan di dalam kepala dapat memengaruhi pusat pengatur mual dan muntah di otak. Akibatnya, seseorang bisa mengalami muntah tiba-tiba, bahkan sebelum makan.
Jika gejala ini berulang dan disertai sakit kepala yang tidak biasa, pemeriksaan medis sebaiknya tidak ditunda.
Kelelahan meski Sudah Tidur
Rasa lelah berlebihan yang tidak membaik setelah beristirahat juga dapat menjadi tanda peringatan. Berbeda dengan kelelahan biasa, kondisi ini terasa berat dan berkepanjangan.
Menurut University of Maryland Medical System, kelelahan pada penderita tumor otak sering kali tidak hilang meski sudah tidur cukup. Aktivitas ringan pun bisa terasa sangat menguras energi.
Gejala Lain Tergantung Lokasi Tumor
Selain tiga tanda yang kerap muncul di pagi hari, gejala tumor otak sangat dipengaruhi oleh ukuran dan letaknya di dalam otak.
Setiap bagian otak memiliki fungsi berbeda. Jika tumor tumbuh di area tertentu, maka fungsi yang dikendalikan bagian tersebut bisa terganggu.
Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:
- Penglihatan kabur atau ganda
- Bicara menjadi tidak jelas
- Kesulitan menemukan kata yang tepat saat berbicara
- Lemah pada satu sisi tubuh
- Sulit menelan
- Gangguan penciuman atau pendengaran
- Gangguan daya ingat
- Mata sulit digerakkan ke arah atas
Sebagai contoh, sebagian besar orang memiliki pusat bicara di sisi kiri otak. Jika tumor tumbuh di area ini, seseorang bisa kesulitan merangkai kata meski memahami percakapan dengan baik.
Tumor di lobus frontal dapat memengaruhi kemampuan berpikir, perilaku, emosi, hingga fungsi intelektual.
Kapan Harus Memeriksakan Diri?
Tidak semua sakit kepala atau mual di pagi hari menandakan kanker otak. Banyak kondisi lain yang jauh lebih umum dan tidak berbahaya.
Namun, jika keluhan semakin sering dan memburuk dan tidak membaik dengan obat biasa disertai gangguan penglihatan, bicara, atau kelemahan tubuh maka pemeriksaan ke dokter sangat dianjurkan.




























