JAKARTA, ZNEWS.id – Perang antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel memasuki hari ketiga dengan eskalasi signifikan di berbagai wilayah Timur Tengah.

Korban tewas di Iran dilaporkan telah melampaui 550 orang, sementara ratusan lainnya mengalami luka-luka akibat gelombang serangan udara yang menghantam lebih dari 130 kota di 24 provinsi.

Serangan udara terbaru menghantam Teheran pada Senin (2/3), termasuk kawasan pemerintahan dan fasilitas keamanan. Media pemerintah Iran juga melaporkan kerusakan pada sejumlah fasilitas medis serta klaim bahwa fasilitas pengayaan nuklir Natanz menjadi target serangan.

Presiden AS Donald Trump pada akhir pekan mengumumkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam operasi militer tersebut, bersama sejumlah pejabat tinggi militer Iran.

Media pemerintah Iran kemudian mengonfirmasi kematian sejumlah tokoh senior, termasuk kepala staf militer dan pejabat pertahanan utama.

Di antara serangan paling mematikan adalah pemboman terhadap sebuah sekolah dasar perempuan di Minab yang dilaporkan menewaskan 165 orang, sebagian besar anak-anak.

Otoritas militer AS menyatakan masih menyelidiki insiden tersebut.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan rudal dan drone besar-besaran ke Israel serta pangkalan militer AS di kawasan Teluk, termasuk di Kuwait, Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi.

Militer AS menyatakan empat personel militernya tewas sejak operasi dimulai.

Tiga jet tempur F-15 Amerika jatuh di Kuwait saat misi tempur berlangsung. Komando Pusat AS menyebut insiden itu akibat salah tembak oleh sistem pertahanan Kuwait, meski Iran mengklaim berhasil menembak jatuh setidaknya satu pesawat.

Di Israel, serangan rudal Iran menghantam sejumlah kota termasuk Tel Aviv dan Yerusalem barat. Sedikitnya 11 orang dilaporkan tewas dan ratusan lainnya luka-luka.

Pemerintah Israel memberlakukan status darurat nasional dan menutup sekolah serta tempat kerja.

Konflik juga meluas ke Lebanon setelah kelompok Hizbullah menembakkan roket ke Israel utara. Serangan balasan Israel menewaskan sedikitnya 31 orang di Lebanon. Pemerintah Israel mengancam akan melakukan invasi darat jika serangan berlanjut.

LEAVE A REPLY