Yulianti, Pengelola Program School for Refugee (SfR), terpilih mempresentasikan risetnya dalam International Conference on Education, Society, and Humanity yang diselenggarakan Universitas Nurul Jadid Probolinggo. (Foto: LPI DD)

ZNEWS.ID PROBOLINGGO – Yulianti, Pengelola Program School for Refugee (SfR), terpilih mempresentasikan risetnya dalam International Conference on Education, Society, and Humanity yang diselenggarakan Universitas Nurul Jadid Probolinggo.

Yulianti yang dibantu Nadya Kharima dan Pedri Haryadi membuat riset berjudul Dinamika Pendidikan Alternatif untuk Pengungsi: Studi Kasus Program School for Refugee (SfR).

Paper tersebut bertujuan menganalisis kebutuhan pengungsi dalam mempersiapkan tahap resettlement.

Salah satu kebutuhan refugee mempersiapkan resettlement adalah refugee mendapatkan akses pendidikan alternatif baik dari segi bahasa atau pun life skill.

“Penelitian ini juga sebagai salah satu bentuk diseminasi program jurnal penelitian yang akan dipublikasi dalam prosiding Sinta 2 Pedagogik: Jurnal Pendidikan,” ujar Yulianti ditemui di ruang presenter.

Para reviewer sangat tertarik dengan isu refugee yang jarang dibawa peneliti, sehingga paper mendapat apresiasi positif dan bisa tembus Sinta 2.

Yuli berharap riset ini bisa diadaptasi dan dikolaborasikan ke stakeholder guna memberikan layanan sosial berdampak dan bermanfaat.

Sehingga, mampu membuka wawasan publik bahwa Dompet Dhuafa adalah lembaga yang berkontribusi dalam memberdayakan refugee di ranah pendidikan.

Sebagai informasi, School for Refugees adalah program pendidikan Dompet Dhuafa yang berfokus pada penyediaan akses pendidikan untuk anak-anak pengungsi. (LPI DD)

BACA JUGA  Serunya KLiK Ramadan di Pedalaman Gowa

LEAVE A REPLY