Ilustrasi Waspada  Parasit Hewan Bisa Menular ke Manusia. (Foto: Dompet Dhuafa)

ZNEWS.ID JAKARTA – Penyakit parasit pada hewan menjadi ancaman yang harus dihadapi peternak, terutama di Indonesia yang beriklim tropis dengan kelembapan tinggi, mendukung munculnya penyakit parasit.

Kepala Organisasi Riset Kesehatan (ORK) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Indi Dharmayanti, menjelaskan bahwa penyakit hewan bisa bersifat infeksius atau noninfeksius.

“Secara umum, penyakit hewan dikategorikan berdasarkan organisme penyebabnya, seperti bakteri, virus, parasit, jamur, dan lainnya,” katanya dilansir dari laman resmi BRIN.

Hewan memiliki peran penting, termasuk sebagai ternak, hewan peliharaan, dan hewan percobaan. Kesehatan hewan sangat penting untuk memastikan manfaat dan peran tersebut tercapai secara optimal. Ketika hewan sakit, akan timbul kerugian ekonomi, sosial, dan dampak kesehatan bagi manusia.

Penyakit hewan sangat merugikan sehingga perlu diatur secara ketat oleh organisasi internasional dan pemerintah. Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (WOAH) menyusun daftar penyakit infeksi dan infestasi yang wajib dilaporkan oleh negara-negara anggotanya.

“Penyakit parasit biasanya jarang menyebabkan kematian tinggi tetapi tetap menimbulkan kerugian ekonomi besar. Parasit adalah organisme yang hidup dengan menempel pada inangnya. Penyakit parasit pada hewan bisa disebabkan oleh endoparasit dan ektoparasit,” lanjut Indi.

Indi menjelaskan bahwa endoparasit adalah parasit yang hidup di dalam tubuh inang, seperti cacing dan protozoa. Sedangkan ektoparasit adalah parasit yang hidup di luar tubuh inang (kulit, rambut, bulu), seperti kutu, tungau, nyamuk, lalat, dan lainnya.

BACA JUGA  Lebaran dan Akhlak Memuliakan Pahlawan Pangan

LEAVE A REPLY