Jakarta, ZNews.id — Perdagangan saham di Wall Street berakhir bervariasi pada Rabu (4/2/2026). Indeks utama cenderung melemah seiring tekanan kuat pada saham-saham teknologi. Pelemahan ini mencerminkan meningkatnya kehati-hatian investor terhadap valuasi sektor teknologi. Khususnya emiten yang selama ini diuntungkan oleh euforia kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Indeks berbasis teknologi Nasdaq mencatat penurunan terdalam. Sementara S&P 500 ikut tergelincir meski sebagian besar sektor justru ditutup menguat. Di sisi lain, Dow Jones Industrial Average masih mampu bertahan di zona hijau.

Pergerakan Indeks: Nasdaq Terpukul, Dow Bertahan

Mengacu pada data penutupan pasar, S&P 500 turun 0,51 persen ke level 6.882,72. Nasdaq Composite merosot 1,51 persen menjadi 22.904,58. Sementara Dow Jones Industrial Average justru naik 0,53 persen ke 49.501,30.

Meski S&P 500 melemah, tujuh dari 11 sektor di dalam indeks tersebut mencatat kenaikan. Sektor energi memimpin penguatan dengan lonjakan 2,25 persen, disusul sektor material yang naik 1,8 persen.

Saham Teknologi Jadi Pusat Tekanan

Tekanan utama pasar datang dari saham teknologi dan semikonduktor. Advanced Micro Devices (AMD) menjadi sorotan setelah anjlok tajam akibat proyeksi kinerja yang mengecewakan.

Beberapa saham yang mengalami penurunan signifikan antara lain:

  • AMD anjlok sekitar 17 persen setelah memproyeksikan pendapatan kuartalan di bawah ekspektasi
  • Nvidia turun 3,4 persen
  • Indeks semikonduktor PHLX merosot 4,4 persen
  • Palantir terperosok hampir 12 persen, berbalik arah dari lonjakan sehari sebelumnya

Pelaku pasar menilai perusahaan chip dan data AI mulai menghadapi tantangan besar, terutama dalam persaingan dan keberlanjutan pertumbuhan.

“Pasar saham sedang kesulitan menentukan valuasi yang masuk akal. Skala pembangunan infrastruktur AI dan kecepatan adopsinya belum pernah terjadi sebelumnya, sehingga pasar tiba-tiba menjadi lebih skeptis,” ujar Jes Ellerbroek, manajer portofolio di Argent Capital.

Alphabet dan Perangkat Lunak Ikut Tertekan

Saham Alphabet sempat turun hampir 2 persen menjelang rilis laporan keuangan kuartalan. Namun, setelah perdagangan ditutup, saham perusahaan induk Google itu berbalik menguat sekitar 2 persen setelah manajemen menyatakan akan meningkatkan belanja modal secara agresif untuk memperkuat posisi di persaingan AI.

Tekanan juga meluas ke sektor perangkat lunak:

  • Snowflake turun 4,6 persen
  • Datadog melemah 3,3 persen

Kekhawatiran muncul bahwa kemajuan AI yang sangat cepat dapat menggeser pemain lama dengan sistem yang dinilai tidak lagi efisien.

“Perangkat lunak lama yang rumit menjadi sasaran empuk AI. Kami cenderung pesimistis terhadap sektor ini dalam jangka pendek,” kata Josh Chastant, manajer portofolio di GuideStone Funds.

Investor Beralih ke Saham Bernilai Murah

Di tengah aksi jual saham pertumbuhan, investor mulai melirik saham-saham dengan valuasi lebih rendah yang sebelumnya tertinggal dari reli teknologi.

Indeks nilai S&P 500 mencatat kenaikan untuk hari kelima berturut-turut. Indeks pertumbuhan S&P 500 justru kembali melemah.

Volume perdagangan juga tergolong tinggi, dengan sekitar 24,6 miliar saham berpindah tangan. Ini jauh di atas rata-rata 19,9 miliar saham dalam 20 sesi perdagangan sebelumnya.

Saham Penahan Pelemahan Pasar

Sejumlah saham berhasil menahan tekanan lebih dalam pada indeks utama, antara lain:

  • Super Micro Computer melonjak 13,8 persen setelah menaikkan proyeksi pendapatan tahunan berkat permintaan server AI
  • Eli Lilly melesat hampir 10 persen usai memproyeksikan laba 2026 melampaui ekspektasi analis

Data Tenaga Kerja Jadi Perhatian Investor

Dari sisi makroekonomi, pasar juga mencermati data ketenagakerjaan. Laporan resmi ketenagakerjaan AS untuk Januari tertunda akibat penutupan sebagian pemerintahan federal.

Sementara itu, laporan ADP menunjukkan pertumbuhan tenaga kerja sektor swasta pada Januari lebih rendah dari perkiraan, dipengaruhi berkurangnya lapangan kerja di sektor jasa profesional, bisnis, dan manufaktur.

Di dalam indeks S&P 500, jumlah saham yang menguat melampaui yang melemah dengan rasio 2,6 banding 1. Indeks ini mencatat 93 saham di level tertinggi baru dan 23 saham di level terendah baru. Nasdaq membukukan 218 saham di level tertinggi baru dan 318 saham di level terendah baru.

LEAVE A REPLY