Jakarta, ZNews.id – Utang pemerintah global kembali mencetak rekor baru. Dana Moneter Internasional (IMF) mencatat total utang publik dunia telah menembus 110,9 triliun USD pada 2025, angka tertinggi sepanjang sejarah. Lonjakan ini mencerminkan tekanan fiskal yang dihadapi banyak negara, mulai dari pembiayaan belanja negara, pembayaran bunga, hingga upaya menjaga stabilitas ekonomi.

Meski hampir semua negara memiliki utang, beban terbesar justru terkonsentrasi pada segelintir negara dengan perekonomian raksasa. Berdasarkan Laporan Prospek Ekonomi Dunia IMF edisi Oktober 2025, berikut daftar 10 negara dengan utang pemerintah terbesar di dunia jika dihitung berdasarkan nilai absolut dalam dolar AS.

Konsentrasi Utang pada Negara Ekonomi Besar

IMF mencatat, sebagian besar utang global saat ini ditanggung oleh negara-negara dengan kapasitas ekonomi besar. Kondisi ini membuat lanskap utang dunia semakin terkonsentrasi, sekaligus menimbulkan kekhawatiran terhadap keberlanjutan fiskal jangka panjang.

Berikut daftar lengkapnya:

1. Amerika Serikat – 38,27 triliun USD

Amerika Serikat masih menjadi negara dengan utang pemerintah terbesar di dunia. Nilainya bahkan mencakup lebih dari sepertiga total utang publik global. Sepanjang 2025, pemerintah federal menambah hampir 2,9 triliun USD ke dalam utang nasional.

Kenaikan ini dipicu oleh defisit anggaran yang berkelanjutan, meningkatnya pembayaran bunga, serta kewajiban belanja jangka panjang. Meski demikian, AS tetap mampu menarik pembiayaan dengan biaya relatif rendah, berkat posisi dolar sebagai mata uang cadangan utama dunia.

2. China – 18,68 triliun USD

China menempati peringkat kedua dengan total utang pemerintah hampir 18,7 triliun USD. Meski masih terpaut jauh dari Amerika Serikat, China mencatat pertumbuhan utang tercepat pada 2025, mencapai 13,6 persen atau sekitar 2,2 triliun USD dalam satu tahun.

Lonjakan tersebut didorong oleh investasi yang dipimpin negara, kebutuhan pendanaan pemerintah daerah, serta langkah-langkah stabilisasi ekonomi.

3. Jepang – 9,83 triliun USD

Jepang dikenal sebagai negara dengan rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) tertinggi di antara negara maju, yakni sekitar 230 persen. Total utang pemerintahnya kini mencapai 9,83 triliun USD.

Namun, pertumbuhan utang Jepang pada 2025 relatif terkendali, hanya sekitar 2 persen, sehingga beban utang terhadap PDB sedikit mengalami penurunan.

4. Inggris Raya – 4,09 triliun USD

Utang publik Inggris Raya berada di kisaran 4,09 triliun USD. Kebijakan fiskal ekspansif dalam jangka panjang, termasuk pinjaman besar selama pandemi, membuat utang nasional terus meningkat meski pemerintah berupaya menekannya.

5. Prancis – 3,92 triliun USD

Prancis mencatat utang pemerintah sebesar 3,92 triliun USD. Tingginya belanja struktural untuk pensiun, kesehatan, dan jaminan sosial, ditambah pertumbuhan ekonomi yang relatif lambat, membuat tingkat utang tetap tinggi.

6. Italia – 3,48 triliun USD

Italia menanggung utang pemerintah sebesar 3,48 triliun USD. Akumulasi utang selama puluhan tahun dan pertumbuhan ekonomi yang lemah menjadikan Italia salah satu negara dengan beban utang terberat di zona euro, terutama jika dibandingkan dengan ukuran ekonominya.

7. India – 3,36 triliun USD

India berada di peringkat ketujuh dengan utang pemerintah 3,36 triliun USD. Meski besar secara nominal, angka ini sejalan dengan skala ekonomi India yang tengah tumbuh pesat dan menjadi salah satu motor pertumbuhan global.

8. Jerman – 3,23 triliun USD

Utang pemerintah Jerman mencapai 3,23 triliun USD. Meski dikenal disiplin secara fiskal, besarnya ekonomi membuat nilai utang tetap tinggi. Kenaikan utang terjadi selama program dukungan ekonomi dan kebijakan energi, meski rasio utangnya masih relatif moderat.

9. Kanada – 2,60 triliun USD

Kanada mencatat utang pemerintah sebesar 2,6 triliun USD. Peningkatan utang dipengaruhi oleh stimulus federal, pembiayaan pemerintah daerah, dan naiknya biaya bunga, meski kondisi fiskalnya masih dinilai cukup solid.

10. Brasil – 2,06 triliun USD

Brasil melengkapi daftar 10 besar dengan utang pemerintah 2,06 triliun USD. Sebagai ekonomi terbesar di Amerika Latin, utang Brasil mencerminkan defisit anggaran, belanja sosial, serta dinamika pertumbuhan ekonomi domestik.

Tantangan Ke Depan

IMF menilai rekor utang global ini menjadi peringatan serius bagi stabilitas ekonomi dunia. Tingginya utang berpotensi membatasi ruang fiskal negara, terutama saat menghadapi krisis ekonomi baru atau tekanan global yang tidak terduga.

Dengan kondisi tersebut, kebijakan pengelolaan utang yang hati-hati dan berkelanjutan menjadi kunci agar negara-negara besar tidak menjadi sumber risiko sistemik bagi perekonomian global.

LEAVE A REPLY